Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
Internasional

Rudal Syria, Menhan AS Ingatkan Trump Risiko Konfrontasi dengan Rusia

| editor : 

Menhan AS Jim Mattis pernah ingatkan Presiden AS Donald Trump risiko melakukan serangan ke Syria bisa terjadi konfrontasi dengan Rusia

Menhan AS Jim Mattis pernah ingatkan Presiden AS Donald Trump risiko melakukan serangan ke Syria bisa terjadi konfrontasi dengan Rusia

JawaPos.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis sempat memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai resiko jika ia tetap melakukan serangan rudal ke Syria. Namun, Trump tetap melakukannya pada Sabtu, (14/4) bersama sekutunya.

Menurut seorang pejabat yang tidak mau menyebutkan namanya, Trump sempat melakukan rapat di Gedung Putih pada Kamis, (12/4). Trump mendesak militer AS agar segera melakukan serangan ke Syria setelah 40 orang tewas akibat serangan kimia yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Syria.

Atas keinginan Trump itu, Mattis sempat memperingatkan Trump bahwa hal ini akan memicu konflik secara langsung dengan Rusia dan Iran. Trump malah membuat cuitan di Twitter bahwa ia akan segera melakukan serangan ke Syria.

Pejabat keamanan lainnya merasa sangat terdesak usai Trump membuat cuitannya di Twitter. Ini membuat mereka tertekan.

"Ketika Presiden sudah berkicau, kami harus lakukan apa yang diperintahkan," kata pejabat tersebut dilansir CNN, Sabtu, (14/4). Akhirnya Pemerintah AS sepakat melakukan serangan ke Syria tersebut.

Perang Syria makin rumit dengan agresi AS dan sekutunya membuat rakyat sipil makin menderita

Perang Syria makin rumit dengan agresi AS dan sekutunya membuat rakyat sipil makin menderita (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Para pejabat sempat mengirim surat kepada Rusia bahwa mereka akan melakukan serangan ke Syria. "Semua dilakukan hati-hati agar masyarakat tahu posisi kita terlibat seperti apa, tidak ada yang mau memicu perang dengan Syria dan Rusia," kata sumber tersebut.

Sekretaris Gedung Putih Sarah Sanders mengaku bahwa sampai saat ini masih ada pembicaraan di Gedung Putih. "Kami terus mengadakan pertemuan dan percakapan di Gedung Putih," katanya.

"Ketika kami memiliki perkembangan lebih lanjut dalam perkembangan kami, kami akan memberi tahu," ujar Sanders.

(iml/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP