Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 08.59 WIB

Iran Perluas Diplomasi Regional untuk Buka Selat Hormuz dan Tunda Pembicaraan Nuklir dengan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Islamabad, Pakistan (Al-Jazeera) - Image

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Islamabad, Pakistan (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengajukan proposal kepada sejumlah negara untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (29/4), Proposal tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan diplomatik ke beberapa negara. Dalam usulan itu, Iran memilih menunda pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat untuk sementara waktu.

Langkah diplomatik ini dilakukan melalui pertemuan dengan para pemimpin regional dan global. Araghchi diketahui melakukan kunjungan ke Pakistan, Oman, dan Rusia dalam waktu singkat. Agenda tersebut bertujuan membangun dukungan luas terhadap rencana Iran.

Dalam pertemuan di Oman, pembahasan difokuskan pada keamanan kawasan dan kebebasan navigasi. Isu nuklir sengaja dikesampingkan untuk tahap berikutnya. Pendekatan ini dinilai sebagai strategi untuk memprioritaskan stabilitas regional terlebih dahulu.

Iran juga memanfaatkan Pakistan sebagai mediator komunikasi dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, pembicaraan langsung antara kedua negara belum menghasilkan kesepakatan signifikan.

Oleh karena itu, jalur tidak langsung kembali diupayakan untuk menjaga komunikasi tetap berjalan.

Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan rinci terkait proposal tersebut. Namun, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perbedaan posisi masih menjadi tantangan dalam negosiasi.

Di sisi lain, Iran memperluas komunikasi dengan negara-negara Teluk dan Eropa. Kontak dilakukan dengan Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Prancis untuk membahas situasi kawasan. Upaya ini mencerminkan pendekatan diplomasi yang lebih inklusif.

Rusia juga menjadi bagian penting dalam strategi diplomatik Iran. Pertemuan Araghchi dengan Presiden Vladimir Putin membahas perkembangan terbaru konflik dan negosiasi. Rusia dinilai berperan sebagai penyeimbang geopolitik dalam situasi tersebut.

Para analis menilai strategi Iran bertujuan membangun dukungan sebelum memasuki negosiasi lebih luas.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore