
Ratusan calon jamaah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) meminta kejelasan keberangkatan ke tanah suci untuk ibadah umrah.
JawaPos.com – Ratusan jamaah umrah yang berangkat dengan menggunakan jasa PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang sempat tertahan di Jeddah, Arab Saudi, akhirnya tiba di tanah air, pada Kamis (12/4). Meski begitu, masih ada belasan jamah yang belum bisa pulang lantaran belum mengantongi tiket pesawat.
Salah seorang jamaah PTATM yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia bersama rombongan asal Balikpapan yang berangkat pada 29 Maret 2018 harusnya sudah pulang pada 6 April 2018. Namun, pihak PT ATM mengundur waktu pemulangan hingga menyebabkan jamaah telantar di Makkah.
“Tapi, akhirnya kami diinapkan di hotel di Jeddah,” ucapnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Minggu (15/4).
Dia menyebut, ada sekitar 120 jamaah umrah asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang tertahan di Jeddah. Bersama mereka ada 100 jamaah umrah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tertahan.
“Tapi, setahu saya tak hanya dari Kalsel dan Kaltim, tapi dari Sulawesi Selatan juga ada yang tertahan di sana (Arab Saudi). Tapi, saya tak tahu berapa jumlahnya,” katanya.
Dia menambahkan, rombongan jamaah umrah yang tertahan tersebut diangkut menggunakan delapan bus, yang masing-masing berisikan 45 orang. Dengan demikian, diperkirakan ada sekitar 360 jamaah yang tertahan di Arab Saudi.
Pada Kamis (12/4) subuh waktu Jeddah, ratusan jamaah umrah PT ATM asal Balikpapan yang tertahan di Jeddah itu akhirnya dipulangkan ke tanah air. Mereka tiba di Jakarta pada Kamis malam.
“Rombongan Balikpapan menginap semalam di Jakarta. Jumat (13/4) pagi, kami berangkat ke Balikpapan,” katanya.
Meski ratusan jamaah sudah kembali ke Indonesia, namun dia mengungkapkan, masih ada sekitar 14 jamaah asal Balikpapan yang tertahan di Jeddah.
“Saya belum monitor yang dari daerah lain apakah ada atau tidak yang tertahan,” ungkapnya.
Menurutnya, ratusan jamaah asal Kota Minyak tersebut bisa pulang ke tanah air karena dibantu oleh Pemerintah Kota Balikpapan. “Saya tidak tahu dari daerah lain apakah pemerintahnya membantu atau tidak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan Hakimin menyebut, kasus yang membelit PT ATM harus menjadi pelajaran semua pihak, baik agen perjalanan umrah dan haji maupun calon jamaah.
Hakimin mengatakan, ketika jamaah umrah PT ATM tertahan di Jeddah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kemenag pusat. Selanjutnya, persoalan jamaah yang masih telantar di Jeddah kini sedang dalam penanganan Kemenag pusat.
Kemenag pusat sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi serta pihak yang berwenang untuk menekan pihak travel agar bertanggung jawab atas sisa jamaah yang belum pulang.
Menurutnya, fungsi Kemenag di daerah adalah pengawasan agar PT ATM tidak beroperasi lagi. “Otomatis karena izinnya tidak ada, jadi tak boleh beroperasi,” jelasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
