Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 April 2018 | 12.15 WIB

Astaghfirullah! Ratusan Jamaah Umrah ATM Tertahan di Jeddah

Ratusan calon jamaan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) meminta kejelasan keberangkatan ke tanah suci untuk ibadah umrah. - Image

Ratusan calon jamaan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) meminta kejelasan keberangkatan ke tanah suci untuk ibadah umrah.

JawaPos.com - Ratusan jamaah umrah tertahan di Jeddah. Mereka adalah para jamaah yang diberangkatkan biro perjalanan umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM).


Informasi yang diperoleh Kaltim Post (Jawa Pos Grup) dari salah seorang jamaah yang enggan disebutkan namanya, bersama 103 jamaah umrah asal Balikpapan lainnya yang diberangkatkan ATM, hingga kemarin pukul 09.45 waktu Jeddah tak kunjung mendapat kejelasan waktu kepulangan ke tanah air.


Bersama mereka, ada pula 100 jamaah umrah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang juga tertahan di Arab Saudi. Sehingga, ditotal ada 204 orang.


"Saya pakai paket sembilan hari. Berangkat dari 29 Maret lalu. Namun hingga sekarang (kemarin) belum dipulangkan," ujarnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kamis (12/4).


Menurutnya, setelah lewat sembilan hari, hingga hari ke-14 para jamaah belum mendapat kepastian kepulangan ke tanah air. Yang membuatnya tambah resah, dia tak memegang paspor.


Sementara perwakilan ATM yang sebelumnya mendampingi sudah kembali ke Indonesia. Padahal, selama perjalanan umrah mereka, segala informasi didapat dari perwakilan itu.


"Kemarin lusa (9/4) perwakilan ATM pulang. Sebelumnya ada 40 jamaah yang pulang duluan dengan dana pribadi," ungkapnya.



Tak Ada Informasi


Tak ada informasi dari Indonesia khususnya dari ATM soal nasib mereka. Bahkan, sepengetahuan jamaah itu, visanya yang berlaku selama 15 hari akan berakhir hari ini.


Jadi, ada kekhawatiran akan mendapat perlakuan hukum dari Pemerintah Arab Saudi. Jamaah pun tak berani keluar dari hotel.


"Kami khawatir. Seperti di Makkah sebelumnya kami sudah check out. Kami kira sudah mau dipulangkan. Ternyata tidak. Akhirnya sempat harus menunggu di emperan," katanya.


Dia hanya berharap, baik dari ATM maupun pemerintah, dalam hal ini kedutaan, bisa membantu. Para jamaah sudah berusaha menghubungi pihak ATM, namun belum ada respons. Begitu pula e-mail kepada pihak kedutaan.


"Belum ada balasan. Sekarang kami hanya bisa berdoa," jelasnya.



Kemenag Lepas Tangan


Dimintai keterangan soal masalah itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan Hakimin tak bisa berbuat banyak. Kemenag sejak 12 Februari lalu sudah mengeluarkan surat pelarangan ATM untuk tidak merekrut jamaah baru dan memberangkatkan jamaah umrah.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore