Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 April 2018 | 16.32 WIB

Biro Travel Umrah ATM Sedang Urus Izin, Calon Jamaah Diberi Dua Opsi

Ratusan calon jamaan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) meminta kejelasan keberangkatan ke tanah suci untuk ibadah umrah. - Image

Ratusan calon jamaan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) meminta kejelasan keberangkatan ke tanah suci untuk ibadah umrah.

JawaPos.com - Ratusan jamaah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) berbondong-bondong menggeruduk kantor penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tersebut, kemarin Kamis (5/4). Mereka meminta kejelasan tentang jadwal keberangkatan yang tertunda.


Ya, sejak Februari lalu, PT ATM dilarang menerima dan memberangkatkan jamaah umrah karena tak memiliki izin. Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Kemenag RI Nomor B-12028 Dj/Dt .II.I.4/HJ.09/02/2018.


Diketahui, surat tersebut dikeluarkan lantaran ATM hingga saat ini belum memiliki izin untuk mengumpulkan dana jamaah dan memberangkatkan ke tanah suci. Adapun keberangkatan yang sebelumnya dilakukan karena ada kerja sama dengan PT Lintas Jaya Optima (LJO).


Kini, kerja sama dengan LJO sudah berakhir. Mau tak mau, ATM harus mengantongi izin sendiri untuk bisa memberangkatkan jamaah.


Salah seorang calon jamaah, Rusdiah, bingung ketika tiba-tiba diberi informasi oleh marketing ATM bahwa keberangkatan umrahnya yang harusnya jatuh pada Kamis lalu, ditunda hingga Oktober.


“Ya, kaget lah, Mas. Harusnya hari ini (kemarin, Red) saya berangkat. Pada 29 Maret lalu, sudah cek koper di bandara (SAMS),” ucap warga Klandasan Ilir, Balikpapan Kota itu dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Jumat (6/4).


Menurutnya, Oktober terlalu lama. Rusdiah mengaku memilih biro travel ini lantaran sang suami juga pernah menggunakan jasanya, meski waktu itu sudah ada selentingan ATM bermasalah. Namun isu itu tak dihiraukannya, karena sepengetahuannya ATM bekerja sama dengan LJO yang memiliki izin resmi dari Kemenag.


“Soalnya murah. Saya ambil paket yang harganya Rp 13,5 juta,” ucapnya.


Nasib serupa juga dialami Rohanna. Dia sudah menyetor Rp 31,5 juta dana ke ATM, untuk keberangkatan umrah bersama anaknya. Sama dengan Rodiah, Rohanna juga mengaku tertarik promosi paket umrah yang ditawarkan ATM.


“Kasihan kami, Pak. Ini mau ibadah kok dipersulit. Pusing saya,” katanya yang mengaku sudah sering umrah.


Total ada sekitar 600 jamaah yang belum diberangkatkan oleh ATM. Kemarin, pihak manajemen dan calon jamaah dimediasi oleh Polres Balikpapan. Mediasi sempat memanas lantaran Direktur Utama Hamzah Husein tak menunjukkan batang hidungnya.


Hingga akhirnya pukul 13.00 wib, yang bersangkutan dijemput oleh Polres Balikpapan. Ada dua opsi yang ditawarkan oleh manajemen kepada calon jamaah, yaitu pemberangkatan pada Oktober, atau pengembalian uang (refund) dalam 60 hari ke depan.


Suara calon jamaah terbelah. Ada yang mau diberangkatkan, ada yang mau menerima refund, namun mereka tidak mau jika menunggu sampai 60 hari.


Keputusannya, ATM akhirnya mengurangi tenggat pengembalian uang menjadi 30 hari.


Terhitung, calon jamaah mengisi formulir yang dilengkapi kuitansi asli bukti pelunasan. “Sepeser rupiah pun tidak akan kami kurangi,” ucap Hamzah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore