Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 April 2018 | 00.11 WIB

Jokowi Belum Tentu Gandeng Cak Imin, PDIP-PKB Tetap Berkoalisi

PDIP meyakini PKB tetap berkoalisi dengan dalam memenangkan Jokowi, kendati Cak Imin tak digandeng. - Image

PDIP meyakini PKB tetap berkoalisi dengan dalam memenangkan Jokowi, kendati Cak Imin tak digandeng.

JawaPos.com - Peta koalisi di Pilpres 2019 masih dinamis. Pasalnya hingga kini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih ngotot mengusung Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres). Sedangkan siapa capres yang digandeng Muhaimin Iskandar itu belum jelas.


Melihat sikap partai yang dikomandoi Cak Imin itu, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun tetap meyakini pada Pilpres 2019 PKB menjadi bagian koalisi untuk PDIP dalam memenangkan Jokowi sebagai capres.


Menurutnya, meski belum ada deklarasi dari PKB, tapi pihaknya meyakini partai yang dikenal dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU) itu akan tetap berkoalisi dengan PKB pada Pilpres 2019.


"Saya kira PKB sampai hari ini bagian dari koalisi Jokowi kan. Jadi PKB itu dia masih ada dalam satu lingkaran. Kayaknya belum di sampaikan resmi saja," kata Komarudin di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/4).


Diketahui, PDIP pada Pilpres 2019 bulat mengusung Jokowi sebagai capres. Sedangkan untuk cawapres masih dalam tahap komunikasi dengan partai koalisi lainnya. Sebab hinggga kini banyak figur yang menyatakan siap sebagai cawapres. Mulai dari Muhaimin Iskandar, Romahurmuziy (Ketua Umum PPP), Agus Harimurti Yudhoyono (kader Partai Demokrat), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (Gubernur NTB), dan sejumlah tokoh lainnya. Lantas siapa yang akan dipilih Jokowi atau PDIP, hal itu masih menunggu keputusan akhir nantinya. 


Sementara itu, Komarudin berpendapat, kegiatan politik sangat kental dengan kepentingan. Untuk itu perlu dilakukan saling komunikasi dan berdikusi agar dapat mencapai kesepakatan bersama.


"Karena pengalaman kami kan ada koalisi tapi ada teman-teman juga yang kepentingan politik di DPR malah kita berantem sendiri. Ke depannya tidak boleh begitu lah," ungkapnya.


Lebih lanjut, Komarudin mengharapkan, pihaknya pun mengharapkan nantinya partai koalisi yang bergabung dengan Jokowi harus memiliki tujuan nasional yang disepakati bersama. Sehingga, tidak ada lagi ketidakkompakan di tubuh koalisi Jokowi.


"Jangan hanya kepentingan bagi-bagi kue. Sudah bagi kue tapi juga masih tidak kompak. Di dalam tapi tidak kompak. Kalau kata Broery, sudah lah jangan ada dusta di antara kita. Kalau bersatu, bersatu untuk kepentingan negara. Itu syaratnya," pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore