Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 April 2018 | 01.46 WIB

SBY Lebih Sayang AHY, Karir Politik TGB di Demokrat Sudah Mati

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi banyak diprediksi bakal menjadi salah satu tokoh yang ikut berlaga di Pilpres 2019. - Image

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi banyak diprediksi bakal menjadi salah satu tokoh yang ikut berlaga di Pilpres 2019.

JawaPos.com - Saat ini Partai Demokrat mempunyai dua kader potensial yang bakal menjadi cawapres di 2019 mendatang. Dia adalah ‎Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan ‎Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).


Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, elektabilitas TGB bagus namun tidak ditopang dengan kendaraan politiknya yakni Partai Demokrat. 


Sebab Partai Demokrat telah memiliki kader lain yakni AHY yang merupakan putra sulung dari sang pemilik partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sehingga lampu TGB telah redup. Artinya dia tetap akan seperti saat ini karir politiknya, tidak akan naik.


"Lampu beliau (TGB) ini sudah mati sebetulnya karena di Demokrat tidak mungkin ada matahari kembar. Artinya Demokrat sudah memilih dan sangat sayang AHY," ujar Pangi kepada JawaPos.com, Selasa (3/4).


Padahal selama ini bisa dibilang TGB lebih mumpuni ketimbang AHY karena berpengalaman menjadi Gubernur NTB dua periode. Kemudian dia lebih lama terjun di politik. Sementara AHY belum bisa memiliki prestasi yang bisa dibanggakan.


"AHY ini masih dianggap politikus ingusan, masih anak kemarin siang, tidak punya pengalaman di pemerintahan. Jadi gubernur saja belum pernah‎," katanya.


Oleh sebab itu, kalaupun TGB tetap memaksakan diri berada di Partai Demokrat, maka karir politiknya tidak akan maju dan berkembang karena ada AHY. Mantan Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) ini disarankan bergabung ke partai lain‎.


"Saya pikir karir TGB di Demokrat sudah habis. Jadi sekarang pilihannya dia bergabung ke partai lain atau diambil oleh partai lain," pungkasnya.


Menanggapi hal itu, AHY menegaskan bahwa partainya mempersilakan siapa pun kader Demokrat yang ingin meningkatkan elektabilitas. Sebab, elektabilitas kader akan berimbas pada elektabilitas partai. Soal pencalonan dirinya pada Pilpres 2019, AHY menyerahkan semuanya kepada rakyat.


"Rakyat yang menentukan. Bukan cuma Demokrat," ujarnya. 

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore