Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Maret 2018 | 00.54 WIB

Mengukur Untung Rugi Perang Dagang AS Vs Tiongkok Bagi Indonesia

peti kemas ekspor impor - Image

peti kemas ekspor impor

Jawapos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kebijakan yang memicu perang dagang. Kali ini Trump mengeluarkan kebijakan yang membuat pemerintah Tiongkok tersulut. AS bersiap mengenakan tarif bea masuk impor produk lain dari China setelah sebelumnya memberlakukan penetapan tarif impor baja dan aluminium.


Ahli Ekonomi Perdagangan Universitas Indonesia, Fithra Faisal menuturkan satu sisi adanya penetapan tarif impor baja dan alumunium kepada Tiongkok ini menguntungkan bagi industri dalam negeri. Lantaran, hal ini dapat menurunkan ongkos produksi industri baja.


Akan tetapi proteksi ini bisa jadi akan membuat Tiongkok mengalihkan ke negara lain. Yang paling potensial adalah negara-negara ASEAN. Jika hal itu terjadi, maka hal ini juga akan mempengaruhi daya saing industri baja dalam negeri.


“Kita memang tidak terancam secara langsung tapi kalau terjadi secara persistance sehingga meuas ke negara-negara dan sektor lain. Mungkin kita akan terkena. Sebab bisa jadi China akan mengalihkan pasarnya harus ada yang menyerap pasar Asean salah satunya Indonesia. Mau alumuniumnya atau bajanya,” tutur Faisal di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (24/3).


Dari sisi ekspor, Indonesia memang tidak terancam secara langsung. Akan tetapi kalau terjadi secara persistance ke negara dan sektor lain. Maka hal ini akan mempengaruhi industri dalam negeri.


Faisal menilai pemerintah tak perlu panik dalam menghadapi situasi ini. Syaratnya dengan memperkuat fundamental ekonomi dalam negeri. Untuk jangka pendek, pemerintah harus ada perbaikan finansial. Dimana pemerintah harus memiliki bauran kebijakan selaku otoritas fiskal.


“Yang masih bermain adalah pasar ekspektasi. Kita belum lihat ada trade war beneran tetapi lebih masalah ekspektasi,” ujarnya.


Sedangkan untuk jangka menengah, pemerintah juga sudah harus memetakan negara-negara non tradisional yang belum tersentuh oleh Indonesia. Selama ini Indonesia sudah merambah pasar Afrika seperti, Nigeria, Angola, Senegal, Afrika Selatan dan Timur Tengah.


“Di beberapa tempat non tradisonal dan belum tersentuh selama ini,” tandasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore