
Nyak Sandang ketika bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta.
JawaPos.com - Sosok Nyak Sandang kini menjadi perhatian publik Indonesia. Usai diterima Presiden Jokowi, dia langsung mendapatkan penanganan pengobatan atas sakit katarak di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Kehadiran salah satu penyumbang pembelian pesawat Dakota RI-001 itu direspons oleh pihak PT Garudan Indonesia. Sebab, pesawat pertama Indonesia itu menjadi cikal bakal armada penerbangan maskapai penerbangan plat merah itu.
Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Maturidi, 50 mengungkapkan, ketika mendampingi Nyak Sandang mengikuti talk show di salah satu stasiun televisi nasional, dirinya didatangi pihak PT Garuda Indonesia. Perusahaan penerbanan komersial plat merah itu menawarkan biaya pemulangan untuk Nyak Sandang.
"Garuda sempat ketemu kami di NET kemarin, dia menjanjikan pulangnya. Mereka yang tanggung. Tapi kelanjutannya saya belum tahu, mereka hanya titip kartu nama ke saya," ujar Maturidi saat ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/2).
Namun demikian, kata Maturidi, pihaknytidak berharap apa pun dari siapa pun. Dirinya hanya berharap Nyak Sandang dapat cepat pulih dan kembali bersama keluarganya di Aceh.
Nyak Sandang bakal pulang jika kondisi kesehatannya sudah pulih. "Iya, ini semua perintah presiden kemarin ya disuruh di sini sampai sembuh baru pulang. Alhamdullilah, semua dana ditanggung Presiden, karena ini fasilitas para menteri katanya," terangnya.
Sebelumnya, Nyak Sandang mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/3). Ada beberapa hal yang ditekankannya sebelum perbincangan berakhir.
"Beliau pesan sejarah ini jangan dilupakan, Aceh pernah ikut menyumbang pesawat pertama. Saya tidak meminta lebih dan tidak menuntut kembali, saya ikhlas. Saya tidak punya banyak harta untuk pengobatan, saya hanya ingin kembali sehat," ujar Maturidi.
Sebagai informasi, Nyak melakukan pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Kartika Paviliun, Jakarta sejak Kamis (23/2) pukul 6.30. Hasil diagnosis awal dokter menyimpulkan positif prostat.
Saat ini, Nyak Sandang sedang melakukan pengobatan intensif atas matanya yang diduga katarak. "Cita-citanya mulia, ingin melihat lagi karena ia ingin kembali membaca Alquran dan ke masjid tanpa bantuan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Nyak Sandang, salah seorang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Hal ini berawal dari tahun 1948 saat Presiden Soekarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana.
Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun menjual sepetak tanah dan 10 gram emas bersama orang tuanya. Hartanya yang dihargai Rp 100 pun diserahkan kepada negara.
Presiden Soekarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
