
Nyak Sandang semasa hidup menjajal duduk di Kokpit Pesawat CRJ 1000 Bombardier di area Hanggar Pesawat Garuda Indonesia yang terletak di GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten.
JawaPos.com - Kabar duka datang dari keluarga Nyak Sandang. Tokoh yang turut menyumbangkan dana untuk pembelian pesawat pertama Indonesia, mengembuskan napas terakhir di tempat tinggalnya yang berada Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa (7/4).
Sebelum meninggal dunia, Nyak Sandang telah menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan itu diberikan tahun lalu. Presiden memberikan penghargaan tersebut atas jasa-jasa Nyak Sandang yang telah menyumbangkan tanah dan emas untuk pembelian pesawat pertama Indonesia.
Dikutip dari dokumen pemberitaan JawaPos.com, pada Maret 2018 lalu, Nyak Sandang telah menjalani operasi Katarak di Jakarta. Dia terbang dari Aceh untuk menjalani operasi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (Jakpus). Maturidi, relawan dari ACT yang mendampingi Nyak Sandang kala itu menyampaikan bahwa tokoh tersebut merasa sangat bersyukur.
”Pernah diucapkan beliau apa ini surga? Saya bilang ini surga dunia Ayah,” ucap Maturidi.
Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bahkan sempat menemui Nyak Sandang di RSPAD Gatot Soebroto.
Kala itu, Nyak Sandang sempat berbincang dengan JawaPos.com. Nyak Sandang yang kala itu mengenakan pakaian pasien berwarna ungu, menyambut dengan hangat. Bahkan, dia berdoa dan mengucapkan terima kasih.D ia bahkan mengangkat tangan kanannya ke atas seperti ingin melihat ke arah dinding. Anak lelakinya, Khaidar pun menjelaskan bahwa ayahnya tidak pernah menyangka dia akan bisa melihat lagi.
“Saya senang, terima kasih. Cepat sehat saja, hati-hati terima kasih,” ucapnya sambil tersenyum.
Nyak Sandang, adalah salah seorang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia pada 1948. Saat itu, Presiden Soekarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana. Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun, menjual sepetak tanah dan 10 gram emas bersama orang tuanya. Hartanya yang dihargai Rp 100 diserahkan kepada negara.
Presiden Soekarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kilogram emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
