
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
JawaPos.com - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang enggan menandatangani Revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) terus dikecam oleh parlemen. Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dinilai tidak mengerti falsafah pembuataan undang-undang di DPR.
Kritik keras itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah. Menurutnya, saat ini untuk memahami substansi dari UU MD3 memang dinilainya sangat berat. Dia menyebut pemimpin yang tidak memiliki kenegarawanan tidak akan memahami regulasi tersebut.
"Kalau kita ini terus-menerus pikirannya itu curiga saja. Karena sudah teracuni oleh politik dan hukum kita yang rada-rada kacau dalam 20 tahun ini. Ya memang itu susah dimengerti dan saya khawatir tidak ada yang berani menjelaskan ini kepada presiden," kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/2).
Fahri menjelaskan, di seluruh dunia, semua parlemen memiliki hak imunitas karena pada dasarnya parlemen itu diciptakan untuk mengimbangi eksekutif yang sangat kuat. Untuk mengerti hal itu, diperlukan pemahaman mengenai filsafat, sejarah, dan pemikiran yang sehat.
Apalagi, kata Fahri, hak imunitas yang tercantum dalam revisi UU MD3 memang diatur sudah ada di UUD 1945. Regulasi itu tercantum pada pasal 20 ayat 3 tentang hak imunitas dan telah disahkan sebelum amandemen yang ada.
"Jangan-jangan presiden tidak tahu hak imunitas itu sebetulnya ada di UUD, sebab orang orang berusaha meyakinkan presiden bahwa imunitas itu cuma ada di UU MD3," ungkapnya.
Fahri juga mengungkapkan, kendati mantan Wali Kota Solo itu tidak mau menandatangani UU MD3, regulasi itu akan tetap berlaku 30 hari sejak Jokowi menolak tanda tangan. Setelah melewati waktu itu, UU MD3 itu juga harus ditetapkan dan diumumkan oleh Menkumham serta wajib dipatuhi oleh semua orang.
"Kalau tidak ditandatangani ya berlaku, ya cuman kan tidak etis aja. Emang dia mau apa? Presiden ini mau apa? Mau gagah-gagahan kalau dia bersama rakyat, kan enggak. Nanti juga dia ditinggal rakyat, Anda lihat saja. Udah lah ini soal pikiran kok, jangan emosional ya kita memerlukan pikiran kenegarawanan,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
