Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2018 | 07.39 WIB

Ini Mimpi Megawati untuk NTT

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri - Image

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri

JawaPos.com - Kemajuan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata selalu menjadi sorotan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan, sejak awal Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi presiden, putri proklamator itu secara khusus menitipkan pesan soal kesejahteraan masyarakat NTT.


Hal itu diungkapkan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat bertemu dengan ribuan orang peserta konsolidasi pemenangan Pilkada Serentak NTT 2018 di kantor DPC PDIP Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Jumat (9/2). 


Hasto melalui keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, menceritakan saat dirinya berdialog dengan Megawati.


Saat itu, Megawati menyampaikan mimpinya soal NTT yang maju kepada Jokowi. Karena provinsi tersebut, memiliki tanah dan alam yang indah, penuh dengan sumber daya, serta rakyat yang ramah dan budaya yang kaya.


Selain itu, Mega juga mengungkapkan soal posisi geografis NTT yang berbatasan dengan dua negara, yakni Australia dan Timor Leste. Sehingga benar-benar bisa menjadi segitiga pertumbuhan ekonomi yang melibatkan Kupang-Dili (Timor Leste)-Darwin (Australia).


Namun, yang selama ini menjadi persoalan adalah, provisni ini selalu bermasalah dengan pembangunan infrastruktur dan bencana kekeringan. Berbeda dengan Darwin dan Sydney yang terkoneksi dengan baik.


Karena itu, lanjut Hasto, ketua umumnya selalu mengingatkan pada Presiden Jokowi agar pembangunan infrastruktur di NTT harus terus dilakukan. 


“Salah satunya soal infrastruktur kelautan yang harus gencar dibangun, agar industri kelautan dibangun yang mengembangkan pengolahan hasil laut," kata Hasto.


Termasuk untuk segera membangun pusat penelitian kelautan di NTT. Sehingga, seluruh potensi laut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, lebih-lebih pariwisatanya.


Atas hal itu pula, lanjut Hasto, PDIP mengajukan pasangan Marianus Sae - Emilia Nomleni sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT, yang pasti sejalan dengan kepemimpinan Jokowi di pusat.


Menurut Hasto, PDIP menjadikan NTT sebagai basis penting karena dari sisi sejarah, wilayah itu erat kaitannya dengan Indonesia.


Hasto juga menyinggung tentang sejarah Bung Karno yang pernah dibuang oleh penjajah Belanda di Ende, NTT. Apalagi, di kota itu, Bung Karno melakukan perenungan sehingga melahirkan gagasan Pancasila sebagai dasar berdirinya negara Indonesia.


Termasuk, di provinsi Inilah Bung Karno menemukan pemikiran bahwa Indonesia bukanlah negara agama, melainkan negara kebangsaan, yang menyembah Tuhan dengan cara masing-masing. 


“Ketuhanan yang dimaksudkan adalah ketuhanan tanpa egoisme agama, penuh toleransi, dan penuh nilai kemanusiaan,” paparnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore