Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2018 | 23.19 WIB

Marak Berita Hoax Penganiyaan Ulama, Polisi: Tolong Hentikan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Belakangan ini berita bohong alias hoax terkait penganiayaan terhadap pemuka agama Islam begitu marak di media sosial (medsos). Pihak Mabes Polri meminta yang memproduksi dan penyebar berita itu untuk menghentikan perbuatannya.


"Kami berharap dan mengimbau kepada mereka yang berpotensi membuat dan menyebarkan berita hoax itu untuk berhenti, jangan membuat kegaduhan," tegas Kabag Penum Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Jakarta, Jumat (8/2).


Jika pelaku tidak menghentikan perbuatannya, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas. "Karena kami akan melakukan tindakan tegas berdasarkan hukum kepada para penyebar dan yang memproduksi berita bohong ini," sambungnya.


Di sisi lain, imbuh Martinus, pihaknya tengah menyelidiki berita-berita hoax yang sudah beredar. Terutama yang terkait dengan penganiyaan terhadap para ulama. "Kami akan lihat, kami akan selidiki lebih dalam dan kita bisa tahu motif sebenarnya apa," ujarnya.


Motif tindakan itu bisa berbagai macam, termasuk juga terkait dengan Pilkada 2018 di sejumlah daerah. "Apakah terkait dengan motif politik, motif ekonomi, karena setelah memproduksi kemudian mendapat imbalan uang," tambah Martinus.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore