Jumat, 27 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Penggal Video Ceramah, Netizen Tuding Abdul Somad Menghina Nabi

| editor : 

Ustad Abdul Somad

Ustad Abdul Somad (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ustad Abdul Somad terus menjadi perhatian publik. Kali ini video ceramahnya di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau dan Hotel Pangeran Pekanbaru dipotong oleh netizen dan disebarkan lewat Youtube. Dalam video yang berdurasi 8 menit 9 detik itu, Abdul Somad dituding menghina Nabi Muhammad. Bahkan tayangan tersebut diberi judul "Astaghfirullah ! Ceramah Ustad Abdul Somad hina dan lecehkan Nabi Muhammad"

Lantas warganet yang melihat potongan video ceramah itu beranggapan bahwa Ustad Abdul Somad telah merendahkan jiwa kenabian Muhammad SAW. Seiring dengan itu, komentar negatif membanjiri video tersebut.

"Parah," ucap pemilik akun Super Video, Selasa (9/1).

Potongan video Abdul Somad yang diunggap netizen.

"Ustadnya HTI," ungkap pemilik akun Hot Trending & Funny.

Menanggapi komentar negatif warganet terkait ceramahnya. Ustad Abdul Somad pun melakukan klarifikasi di akun Facebook miliknya, Selasa (9/1).

Ustad Abdul Somad menegaskan tuduhan tersebut sangat tidak beralasan. Sebab dirinya sudah sangat lama mendalami hadis-hadis Rasul dan telah berceramah berdasarkan hadis dan Alquran selama bertahun-tahun. Dia mengklaim ceramahnya itu adalah fakta sesuai dengan ajaran Nabi.

"Ada pernyataan, Abdul Somad menghina Nabi Muhammad SAW. Saya katakan, Saya Alumni Darul Hadits yang belajar hadis-hadis Nabi. Dari tahun 2008 pulang ke Indonesia mengajar hadis. Di UIN mengajar mata kuliah hadis. Please deh!," ucap Abdul Somad.

Ustad lulusan Kairo Mesir ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menonton video ceramahnya secara utuh agar dapat memahami isi dan pesan yang disampaikan dalam dakwahnya.

"Begitu juga hendaknya sikap kita menyikapi beberapa potongan video, tulisan, pernyataan dari seseorang agar dapat pemahaman yang utuh," lanjut Somad.

Namun Ustad Abdul Somad juga tidak akan memaksakan bagi publik yang tetap menganggap dirinya menghina Nabi. Dirinya berpendapat itu hak masing-masing orang sehingga harus dihargai.

"Insya Allah saya dapat menjelaskan pada ikhwah, sudaghe sedulur sederek sedoyo halak hita sasudena yang gagal faham. Tapi saya tidak akan pernah mampu memberikan penjelasan pada orang-orang yang memang mengambil kesempatan dengan gagal faham," pungkasnya.

Berikut potongan ceramah Ustad Abdul Somad yang dianggap nistakan Nabi:

Islam rahmatan lil a'lamin, 40 tahun lamanya, dia hidup menjadi laki-laki yang soleh, tapi untuk melakukan rahmatan lila'alamin tidak akan terwujud. Kenapa? Karena dia soleh untuk dirinya sendiri. Soleh untuk Khadijah, soleh untuk Rakhayyah, soleh untuk Fatimah, tapi tidak untuk rahmatan lil a'lamin karena dia soleh untuk keluarga istri dan anak.

Turun wahyu kepadanya 13 tahun lamanya, dapatkah dia mewujudkan rahmatan lil a'lamin? tidak, karena dia tertekan. Ditekan oleh orang-orang yang tidak senang kepada wahyu yang ia terima maka rahmatan lil a'lamin tidak terwujud di atas muka bumi Allah swt.

Masuk Islam orang-orang kaya, orang-orang yang berkuasa, orang-orang yang mendirikan Allah SWT usia muda tapi tetap saja dia tidak bisa mewujudkan rahmatan lil a'lamin. Karena rahmatan lil a'lamin itu baru dapat diwujudkan bukan dengan kenabian bukan dengan Alquran ditangan tapi setelah tegaknya khilafah tunnubullah.

Oleh sebab itu, tidak akan ada yang bisa mewujudkan rahmatan lil a'lamin selain khilafah tunnubuwwah, khilafah a'la bin hajji nubuwwah, jika seluruh umat ini tidak memperdulikan khilafah ini maka dia sudah menyia-nyiakan pesan Nabi Muhammad SAW.

(ce1/sat/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP