
Fredrich Yunadi
JawaPos.com - Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Lalola Ester angkat bicara perihal ditetapkannya mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP. Menurut Lola, sebelum ditetapkan tersangka dugaan merekayasa sakit Novanto, dari awal mendampingi kliennya, Fredrich sudah terlihat melakukan pelanggaran etik yang dilakukan melalui pernyataan-pernyataan yang disampaikannya ke media.
"Imunitas advokat itu terbatas dan tidak berlaku mutlak," tuturnya kepada JawaPos.com Kamis (11/01).
Dikatakan Lola, dalam Pasal 7 Huruf G mengenai Kode Etik Advokat Indonesia, memang diatur secara limitatif perihal hak imunitas yang dimiliki seorang advokat. Namun hal itu kata Lola, terbatas pada saat seorang advokat sedang menjelaskan tugasnya saat membela kliennya, baik dalam sidang terbuka dan tertutup.
"Dikemukakan secara proporsional dan tidak berkelebihan," ucapnya.
Terkait pembelaan yang dilakukan oleh seorang advokat, menurutnya, seorang tersangka atau terdakwa memang sudah selayaknya diberikan pembelaan oleh advokat. Namun, kata Lola, pembelaan itu ada dalam batas koridornya.
"Jadi Advokat atau penasihat hukum juga tidak berarti membela klien secara buta dan bahkan cenderung mengangkangi hukum," ketusnya.
Hal ini agar peristiwa yang menimpa mantan Kuasa Hukum Novanto Fredrich Yunadi, bisa menjadi pelajaran advokat lain, untuk membela kliennya secara proporsional. Karena memang ada sanksi pidana jika memberikan nasihat kepada klien secara tidak kooperatif.
"Membiarkan klien tidak kooperatif terhadap proses hukum, khususnya dalam pengungkapan perkara korupsi," tukasnya.
Untuk diketahui, terkait pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, tim penyidik KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Dia diduga merintangi penyidikan, saat mendampingi Novanto kala menjadi tersangka. Selain Fredrich, penyidik juga menetapakn dr. Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Keduanya diduga merekayasa kecelakaan hingga sakitnya Novanto. Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 21 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU NO.20 Tahun 2001tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022