
Bangtan Boys (BTS)
JawaPos.com - CEO BigHit Bang Shi Hyuk berbicara tentang kesuksesan Bangtan Boys (BTS) dan apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya saat dia membentuk grup tersebut.
Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah membayangkan 7 cowok yang tergabung dalam BTS sebagai grup idola yang kuat dan dapat diandalkan. Menurutnya, BTS dikonsep sebagai idola sejati berwujud teman dekat dan bukan idola palsu.
"Baru-baru ini saya menemukan sebuah dokumen perusahaan tahun 2012, sebelum BTS memulai debutnya, kami memperdebatkan jenis grup idola mana yang akan dibuat. Kami berpikir, pahlawan macam apa yang anak muda cari sekarang? Bukan seseorang yang secara dogmatis berkhotbah. Sebaliknya, mereka membutuhkan seorang pahlawan yang bisa meminjamkan bahu untuk bersandar, bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata pun," ungkapnya.
Ditanyai soal rahasia popularitas BTS di kancah musik dunia, Bang Shi Hyuk menyebutkan beberapa faktor. Di antaranya, konsep yang diusung untuk 7 cowok tersebut memang universal sehingga bisa diterima oleh siapa pun dengan latar belakang apa pun.
Faktanya, BTS fokus untuk menceritakan kisah-kisah yang spesifik bagi generasi muda. Seperti, cinta yang universal, semangat hidup, mimpi dan cita-cita, dan soal hidup itu sendiri.
"Media juga memiliki dampak yang sangat besar. Fandom mampu tumbuh karena video yang terkait dengan BTS diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan diposkan ke media sosial seperti YouTube atau Twitter secara real-time," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, anggota BTS juga tidak mencoba untuk menjadi misterius. Sebaliknya, mereka senang berkomunikasi dengan penggemar mereka di media sosial.
"Saya adalah raja surfing internet. Tugas saya adalah untuk mengetahui apa yang orang-orang yang tidak suka dari BTS dan apa yang orang inginkan, apa yang dapat saya lakukan untuk mereka, bagaimana menanggapi orang-orang yang tidak menyukainya," katanya.
Pendiri BigHit juga berbagi bahwa dia menganggap tanggung jawab sosial BTS sebagai seniman secara serius. Baginya, saat membentuk BTS, dia ingin membentuk kelompok yang dapat memberi pengaruh positif pada para penggemarnya.
"Bagaimanapun, idola adalah panutan. Idola yang memiliki pengaruh negatif adalah idola palsu. Kami berpikir bahwa seharusnya tidak ada pemujaan terhadap perilaku nakal atau toleran terhadap ketidakadilan sosial dalam lagu mereka, bahkan jika itu hanya tersirat," tegasnya.
Selain itu, dia mengungkapkan kekuatan BTS terletak pada lirik yang jujur. Terbukti, dalam album The Most Beautiful Moment in Life, mereka tidak mengagungkan kaum muda. Sebab, kenyataannya pemuda masa kini memprihatinkan.
"Mari kita bicara tentang rasa sakit, dan katakan bahwa alih-alih hidup dengan pasif, kita harus bekerja keras untuk mengatasi rintangan. Apakah kita menang atau kalah, memiliki mimpilah yang membuat kita muda," ujarnya.
Jujur, Bang Shi Hyuk juga mengungkapkan bahwa dia berharap sejak awal BTS akan menjadi artis papan atas.
"Tujuan saya adalah agar BTS menjadi seniman penting di pasar musik global. Mereka telah memulai dengan baik dan saya berharap mereka mempertahankannya dan terus semakin memberi pengaruh positif bagi semua," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
