
Bonek harus lebih kreatif dan produktif membuat chant orisinal
JawaPos.com - Mendiang Oka Eka Purisetya memang sosok yang unik. Dia bukan Andie Peci yang bisa memotivasi ribuan bonek untuk membela Persebaya Surabaya. Oka bukan Capo Ipul atau Angga Wakbreng yang dapat memimpin ribuan Bonek untuk bernyanyi mendukung Persebaya selama 90 menit di dalam stadion. Oka sosok yang berbeda. Dia berjuang membela Persebaya melalui lagu-lagu ciptaannya yang mendunia.
Pada Maret 2017, JawaPos.com berkesempatan mewawancarai sekaligus berdiskusi dengan pria yang akrab disapa Oka Gundul itu di selasar kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Oka berbicara panjang lebar tentang lagu-lagu ciptannya serta harapannya kepada Persebaya.
Awalnya, Oka Gundul harus berjuang untuk memperkenalkan chant-chant dengan lirik panjang ke Arek-arek Bonek. Perjuangan Oka berbuah manis. Sejak 2015 silam, Bonek sudah mulai terbiasa dengan chant panjang. Bukan hanya itu, Bonek menjelma menjadi suporter yang kreatif dengan chant orisinal.
"Chant Persebaya yang seharusnya ya yang seperti saat ini. Orisinal, kreatif, dan yang penting tidak rasial. Sebab kami juga harus mengajarkan ke anak-anak kecil bahwa Bonek sudah mulai kreatif tanpa rasial dan ujaran kebencian," ucap Oka Gundul saat itu.
Jika Anda sering hadir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) atau stadion lain saat Persebaya bertanding, di situlah Anda akan mendengar karya-karya Oka Gundul seperti chant dengan judul Kami Haus Gol Kamu dan Suara Bonek. Jika Anda pernah mendengar Persebaya Emosi Jiwaku (Persebaya Kau Takkan Sendirian) yang dicap lagu perjuangan Bonek, itulah karya terbesar Oka Gundul untuk Persebaya. Total ada tujuh lagu yang diciptakan Oka Gundul. Tiga di antaranya sering kita dengar saat Persebaya merumput.
"Lagu tersebut besar di jalan. Orang-orang menganggap ini lagu perjuangan, itu yang membuat saya bangga. Mimpi saya adalah suatu saat nanti saya harus menciptakan lagu dan lagu saya dinyanyikan di seluruh stadion," ungkap alumnus ITS Surabaya tersebut.
Salah satu yang membuat Oka Gundul semakin bangga adalah, saat ini orang sudah menganggap Bonek sebagai salah satu suporter yang paling kreatif. Bonek sangat atraktif di dalam stadion. Mereka menyanyikan chant-chant orisinal untuk mendukung Persebaya.
Oka Gundul juga bisa beritirahat dengan tenang karena banyak Bonek kreatif yang mampu membuat chant bagus untuk Persebaya. Salah satu penerus Oka adalah Mahardika. Dika - begitu ia akrab disapa, adalah pencipta chant Jayalah Persebaya dan penulis lirik Song For Pride.
"Saya bakal tenang kalau ada penerusnya. Ternyata banyak anak-anak yang kreatif. Yang penting karyanya orisinal. Lagu apapun, kalau yang menyanyi satu-dua orang pasti akan biasa. Tapi kalau yang bernyanyi satu tribune, semua orang pasti akan merinding," tutup Oka Gundul dalam perbincangan dengan JawaPos.com waktu itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
