Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2018 | 22.40 WIB

Ini Reaksi Demokrat, Soal Kabar Bupati Hulu Sungai Tengah di OTT KPK

Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu. - Image

Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan pergerakan senyap dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan berinisial AL.


AL juga direncanakan akun kembali diusung oleh Partai Demokrat sebagai bupati di daerah tersebut, lantas bagaimana reaksi partai yang dikomandoi oleh Susilo Bambang Yudhoyono itu?


Juru Bicara Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap AL dalam pengusungan di Bupati Hulu Sungai.


"Jika itu benar Partai Demokrat tentu akan mengambil langkah menarik dukungan," ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Kamis (4/1).


Menurut Ferdinand, pihaknya menginginkan pemerintahan yang bersih, sehingga Partai Demokrat tidak mungkin mengusung orang yang bermasalah dengan kasus korupsi.


AL juga dikatakan Ferdinand telah melanggar pakta integritas Partai Demokrat. Jadi yang dilakukannya merupakan sebuah pelanggaran. Namun demikian, pihaknya sampai saat ini masih menunggu keterangan resmi dari Partai Demokrat terkait OTT tersebut.


"‎Memang sangat disesalkan apa yang terjadi dilakukan oleh Bupati Hilu Sungai saudara AL," pungkasnya.


Sebelumnya, sumber JawaPos.com di KPK mengatakan, dalam operasi senyap yang digelar di wilayah Bumi Lambung Mangkurat itu, tim berhasil membekuk AL, Bupati Hulu Sungai Tengah. 


Dia tangkap secara terpisah pada Rabu (3/1) malam bersama sejumlah pihak lain yang diduga turut terlibat dalam kasus suap-menyuap.


"Kepala daerah di Kalsel (yang di OTT)," kata sumber JawaPos.com, di Jakarta, Rabu (4/1).


Penangkapan terhadap AL dan sejumlah pihak lain, dilakukan KPK karena orang nomor satu di kota yang punya julukan 'Bandung van Borneo' ini diduga melakukan kegiatan suap-menyuap. Dia diduga menyerahkan sejumlah uang sebagai 'mahar' agar bisa maju di Pilkada serentak nanti. Uang itu didapatnya dari seorang pengusaha di Surabaya‎.


”Hasil OTT di Surabaya, satu orang atas nama J, Direktur PT. Menara (perusahaan kontraktor),” tukas sumber JawaPos.com lain.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore