Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2017 | 23.17 WIB

Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Petugas Tak Berseragam Disebar

Corporate Communication Manager PT KCI, Aldi Hakim Nasution. - Image

Corporate Communication Manager PT KCI, Aldi Hakim Nasution.

JawaPos.com - Pengakuan netizen soal kasus pelecehan seksual yang terjadi di gerbong khusus wanita menghebohkan jagat dunia maya. Oleh sebab itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan melakukan beberapa pencegahan agar kejadian tersebut tidak terulang.


Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan curhatan seorang netizen yang menjadi saksi mata terjadinya pelecehan seksual di KRL pada Kamis, (7/12) minggu lalu. Netizen tersebut diketahui bernama Virginia Rapp membagikan pengalamannya di media sosial Instagram saat melihat tindak pelecehan seksual kepada salah satu penumpang KRL oleh sosok pria tak dikenal. Sontak, curhatan Virginia tersebut menjadi viral di media sosial.


Corporate Communication Manager PT KCI, Aldi Hakim Nasution, turut merasa prihatin dan meminta maaf kepada seluruh pengguna PT KCI atas kejadian tak mengenakkan seperti ini. Dia mengatakan, hal seperti itu sudah jarang terjadi, namun pihaknya menyesalkan masih adanya kasus pelecehan seksual.


"Beberapa kali sudah tertangkap pelakunya, baik di dalam kereta, toilet, stasiun, ada juga kejadian seperti itu dan beberapa sudah diserahkan pada proses hukum. Namun memang beberapa ada juga yang sulit teridentifikasi pelakunya. Kami sekali lagi minta maaf," kata Aldi di Kantor PT KCI, Jakarta Pusat, Senin (11/12).


Meski demikian, kata Aldi, pihak PT KCI sebelumnya sudah berupaya melakukan pencegahan-pencegahan, seperti menyebar petugas di setiap titik stasiun kereta api. Namun, karena kejadian tersebut berada di dalam gerbong kereta api, standar pelayanan pun mengikuti ketentuan dari pemerintah setempat, yaitu setiap satu rangkaian kereta hanya terdapat dua petugas pengamanan.


"Kami (PT KCI) gandakan menjadi rumusnya menjadi dua kereta atau dua gerbong satu tugas pengamannya. Itu yang berseragam, yang tidak berseragam pun kami sebar untuk mengantisipasi seperti hal-hal (pelecehan seksual) yang viral di media sosial tersebut," ungkapnya.


Berbagai cara untuk mengantisipasi telah dilakukan, bahkan pihaknya pun bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Pelaku yang tertangkap tangan pun langsung diserahkan kepada polisi.


"Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian bagaimana kalau ada yang tertangkap di stasiun supaya lancar sampai proses hukum," pungkas dia.




Baca juga cerita tentang Pelecehan Seksual di KRL di:

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore