Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2017 | 03.51 WIB

BMKG Sebut Musim Hujan Disertai Fenomena Monsun

Hujan memicu genangan dan banjir di Kota Batam - Image

Hujan memicu genangan dan banjir di Kota Batam

JawaPos.com - Sejumlah daerah hingga kini masih dilanda hujan deras. Tak sedikit juga kawasan mengalami banjir maupun longsor, akibat musim yang diperkirakan Desember ini memasuki puncaknya. Di sisi lain, cuaca panas menjadi jeda hujan yang terjadi berturut-turut. Hal ini membuat musim hujan berlangsung cukup lama.


Berdasar data di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak dari musim hujan di setiap daerah Indonesia berbeda-beda. Antara Sumatera, Jawa bagian barat, dan Indonesia bagian timur, puncaknya diperkirakan tidak sama. Tak heran banjir dan longsor seperti sambung menyambung di suatu daerah ke daerah lain.


Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo menuturkan, daerah Indonesia cukup luas, sehingga awal, puncak, maupun akhir musim hujannya juga bisa tidak bersamaan.


Misalkan Sumatera itu sudah dari September sebenarnya masuk musim hujan, maka puncaknya Desember. "Kemudian Jawa bagian barat ini kecenderungannya pada bulan Januari masuk puncak musim hujan," kata Mulyono Rahadi Prabowo saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (10/12).


Untuk Indonesia bagian Timur, sambung Mulyono, diprediksi jatuh pada awal Februari untuk puncak curah hujan. BMKG memantau ada yang membuat curah hujan menjadi tidak stabil. Yaitu, fenomena monsun.


Monsun merupakan iklim yang ditandai oleh pergantian arah angin dan musim hujan atau kemarau selang lebih kurang enam bulan. Hal itu mengikuti posisi matahari pada bulan Juni dan Desember terdapat di daerah tropis dan subtropis yang diapit oleh benua dan samudra.


Mulyono menyatakan, monsun ini ada disebabkan oleh perubahan pola aliran udara. Biasanya arah normal ada dari Asia ke Australia, kemudian berubah dari arah Australia ke Asia. Hal itu bergantung dari keberadaan posisi matahari.


"Sampaikan bahwa walaupun kita masuk dalam musim hujan ini kadang ada kondisi semacam kering. Jeda setelah hujan berturut-turut. Kemudian bisa 3-4 hari tidak hujan. Nanti mulai hujan mulai deras kembali. Termasuk di antaranya apa yang dialami saat ini semacam monsun. Karena pada umumnya musim hujan itu kan lebih disebabkan karena monsun," kata Mulyono.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore