
Peringatan Hari AIDS
JawaPos.com - Tak sedikit masyarakat yang belum paham mengenai perbedaan antara HIV dan AIDS. Umumnya, kedua penyakit tersebut dianggap sama. Padahal, baik HIV maupun AIDS memiliki definisi yang berbeda.
HIV atau Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus penyebab AIDS. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Banyak orang yang tertular HIV namun tidak menyadari dirinya tertular.
Setiap orang memiliki risiko terinfeksi HIV. Mereka dengan perilaku berisiko disarankan untuk memeriksakan diri sedini mungkin.
Misalnya mereka yang menggunakan narkotika suntik bergantian, berhubungan seks berganti-ganti pasangan atau sesama jenis, hingga penggunaan jarum tidak steril pada transfusi atau tato.
"HIV adalah penyakit gangguan imun. Beda dengan autoimmune yang sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuhnya sendiri. HIV itu immunocompromise, kekebalan tubuh drop," kata
Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD kepada JawaPos.com, Jumat (1/12).
Kristoforus menjelaskan, ketika virus HIV masuk dan menyerang kekebalan tubuh seseorang, maka perlahan akan membunuh sel kekebalan tubuh. Setelah beberapa tahun, kekebalan tubuh akan mulai drop.
"Sehingga beberapa kuman, virus, dan parasit yang tadinya hanya hidup bersamaan dengan tubuh, mulai mengambil kesempatan untuk menyerang, ini yg dinamakan dengan infeksi oportunistik," jelasnya.
Saat infeksi oportunistik mulai terjadi, kata dia, itulah yang namanya kondisi sindrom imundefisiensi akuisita atau dalam dalam bahasa Inggris disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
AIDS adalah suatu sekumpulan gejala penyakit yang diperoleh akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Jadi, AIDS muncul setelah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia untuk waktu yang lama.
Saat ini terdapat sekitar 620 ribu orang hidup dengan HIV di Indonesia, dan 77 ribu di antaranya saja yang mendapatkan obat ARV.
Setiap tahun terdapat sekitar 48 ribu infeksi baru, dan sekitar 38 ribu pasien yang meninggal akibat AIDS.
"Jadi perbedaannya, penderita HIV butuh waktu 5-10 tahun hingga menjadi AIDS, jika tidak diobati. Setelah menderita AIDS, kondisinya akan drop dengan cepat," pungkas Kristoforus.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
