
Pengelola Program KPA Kota Solo Tomy Prawoto.
JawaPos.com - Kasus HIV/AIDS di Kota Solo, Jawa Tengah, berpotensi meningkat dibandingkan tahun lalu. Dari data yang dimiliki oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo, kasus HIV/Aids sampai bulan September mencapai 293 kasus. Sedangkan untuk 2016 total ada 314 kasus.
"Tapi ini kan masih ada tiga bulan lagi, dan sebulannya rata-rata sebanyak 20 kasus. Jadi memang berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Pengelola Program KPA Tomy Prawoto saat ditemui JawaPos.com di kantornya, Kamis (30/11).
Namun jika 2016 dibandingkan dengan 2015, jumlah kasusunya menurun. Tahun 2015 terdapat 346 kasus, dan 2016 ada 314 kasus. "Jadi memang ada penurunan sebanyak 34 kasus," kata Tomy.
Jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Solo, penyebabnya masih didominasi oleh heteroseksual. Bahkan jumlahnya mencapai 80 persen. Sedangkan sisanya disebabkan dari jarum suntik dan lainnya.
"Memang yang mendominasi itu (heteroseksual), kalau yang lain karena kami juga memiliki berbagai program. Seperti jarum steril, kemudian ada juga metadon. Jadi itu sangan membantu untuk menekan penyebarannya," ucap Tomy.
Dari jumlah tersebut, lanjut Tomy, 17 kasus diantaranya adalah para ibu rumah tangga. Mereka memiliki risiko tertular HIV/AIDS ketika suaminya bekerja di luar kota.
"Meskipun istrinya mengatakan suaminya tidak akan melenceng, mereka akan lebih berisiko. Makanya kita punya program untuk melakukan pemeriksaan terhadap pra ibu rumah tangga . Dari 6.000-an ibu rumah tangga diketahui 17 diantaranya positif," terang Tomy.
Terpisah, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan, peningkatan kasus HIV/AIDS pada tahun ini belum tentu jumlahnya memang lebih banyak dibandingkan tahun lalu. "Ini bisa saja karena tingkat kesadaran masyarakat sudah bagus. Sehingga mereka secara sukarela memeriksakan kesehatannya," tutur Rudy.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
