Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2017 | 15.05 WIB

Cikal Bakal Obat HIV AIDS Telah Ditemukan Peneliti? Ini Penjelasannya

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Penyakit HIV AIDS memiliki stigma negatif di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang menjauhi orang yang mengidap HIV AIDS. Kondisi ini tentu memengaruhi mental pasien dan membuat mereka semakin mudah depresi. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang tersedia untuk penderita HIV AIDS.


Dalam momen Hari HIV AIDS 1 Desember, baru-baru ini, Rabu (29/11), Boldsky melansir bahwa para ilmuwan telah menemukan temuan berupa mikroorganisme yang berpotensi untuk mengobati HIV di Gurun Atacama Chile, salah satu tempat tertinggi dan terkering di bumi. Menindaklanjuti ini, peneliti telah mengambil sampel tanah dari ketinggian 3 ribu sampai 5 ribu meter di atas permukaan laut.


Peneliti Michael Goodfellow dari Universitas Newcastle di Inggris, mengatakan penelitian ini fokus pada aktinobakteri karena mereka adalah spesies dan sumber senyawa bioaktif yang tak tertandingi. Para peneliti menemukan bahwa 40 persen dari aktinobakteri yang ditangkap dalam sampel belum pernah ditemukan sebelumnya.


"Bank benih mikroba ini merupakan sumber benih yang sangat besar untuk program bioteknologi, terutama di era yang resistensi terhadap antibiotik begitu cepat dan menjadi ancaman kesehatan global," kata Goodfellow.


Dia mengatakan, penemuan bakteri baru itu berpotensi digunakan untuk menciptakan pengobatan baru. Juga penting bahwa satu strain bakteri yang ditemukan terbukti menjadi penghambat enzim yang memungkinkan virus HIV berkembang biak.


"Hal ini dapat memberikan petunjuk penting untuk pengembangan obat anti-HIV," kata Goodfellow.


HIV adalah virus yang menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh—yang merupakan pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, maka seseorang yang hidup dengan HIV yang tidak menerima perawatan, akan merasa lebih sulit untuk melawan infeksi dan penyakit.


Virus dapat ditularkan melalui kontak dengan darah, sperma atau cairan Miss V yang terinfeksi. Demam, kelelahan, dan sakit tenggorokan adalah beberapa gejala awal HIV.


Jika diobati tepat pada waktunya maka seseorang dapat mencegah virus itu tak sampai menjadi AIDS. Jika terjadi AIDS, minum rejimen antiretroviral (ARV) secara rutin dapat memperlambat penyakit dan juga mencegah infeksi sekunder dan komplikasi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore