Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 November 2017 | 19.08 WIB

Presiden PKS: Istri Bantu Suami Agar Selalu di Jalan Lurus

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS, Wirianingsih (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris BPKK, Sri Kusnaeni (kiri) menyerahkan cindera mata kepada Presiden PKS, M. Sohibul Iman beserta istri, pada penutupan acara Pembekalan Kader - Image

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS, Wirianingsih (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris BPKK, Sri Kusnaeni (kiri) menyerahkan cindera mata kepada Presiden PKS, M. Sohibul Iman beserta istri, pada penutupan acara Pembekalan Kader

JawaPos.com - Keluarga menjadi elemen penting dalam memberpaiki maupun meningkatkan kualitas akhlak masyarakat. Dengan kata lain, mampu menjadi teladan atau contoh, minimal di lingkungannya.


Pesan tersebut disamapikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohammad Sohibul Iman pada acara penutupan Pembekalan Kader Perempuan Nasional (PKPN) ke-2, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS.


"Seluruh kader PKS harus memperhatikan keluarga dengan sebaik-baiknya dan menjadi teladan di tengah masyarakat," ujar Sohibul melalui keterangan tertulisnya kepada Jawapos.com, Senin (27/11).


Lebih lanjut Sohibul Iman menambahkan, hubungan antara anggota dalam sebuah keluarga, bukanlah sekadar yang berdimensi fisik, melainkan menyentuh sisi spiritual.


"Diantara maksudnya adalah para istri pejabat publik PKS harus selalu meningkatkan kepekaan (terhadap konsistensi dari komitmen perjuangan PKS) dan membantu agar suami selalu berada di jalan yang lurus. Seorang istri bahkan harus mengetahui secara jelas dari mana sumber penghasilan sang suami", jelas Iman.


Dia lantas mengingatkan bahwa Sohibul bahwa PKS sebagai partai dakwah, memiliki visi sebagai kontributor peradaban dunia karena sesungguhnya skup dakwah itu global.


Dijelaskan Sohibul, ada empat level visi PKS. Visi pertama adalah visi peradaban dimana Indonesia di masa depan sebagai kontributor peradaban, bukan konsumen peradaban.


Kedua adalah visi kebangsaan yaitu Indonesia menjadi negeri yang sejahtera dan diberkahi (baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur).


Selanjutnya adalah visi kelembagaan, yang dibunyikan dengan slogan PKS menjadi partai dakwah yang kokoh untuk berkhidmat kepada rakyat.


"Yang terakhir adalah visi pembinaan, yaitu mencetak anggota yang memilki kualifikasi kader yang bersih, peduli dan profesional, yang merupakan karakter dasar PKS," pungkasnya.


"Visi pembinaan ini adalah batu bata pertama bagi upaya mewujudkan visi peradaban," pungkas dia.


Pada bagian lain, Ketua BPKK DPP PKS, Wirianingsih menepis anggapan bahwa PKS adalah partai yang tidak ramah perempuan. PKS, kata dia, sangat akomodatif terhadap perempuan.


PKS justru memberikan ruang yang cukup luas untuk melaksanakan kerja-kerja yang komprehensif sesuai amanah partai dakwah ini.


"Dan yang paling penting, meski memiliki amanah publik atau sosial, perempuan PKS tetaplah mengutamakan peran asasi sebagai seorang istri dan ibu," papar Wirianingsih.


Wirianingsih lantas menjelaskan bahwa acara ini juga merupakan ajang konsolidasi

Editor: Administrator
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore