
Liga 1 Diusulkan Masukkan Kuota Khusus Pemain ASEAN untuk musim depan
JawaPos.com - Liga 1 musim depan diwacanakan akan menyediakan khusus pemain asing dari ASEAN. Hal itu mengikuti dari yang diterapkan oleh Malaysia.
Sebelumnya, pihak otoritas sepak bola Malaysia memang menambah kuota pemain ASEAN. Ramuannya adalah dua pemain asing non-Asia, satu pemain Asia, dan satu ASEAN.
Hal itu bisa saja diterapkan di Indonesia. Sebab, formula itu lebih tepat ketimbang mengkhususkan slot marquee player.
"Daripada menerapkan kuota pemain asing 2+1+1 dengan marquee player seperti musim lalu, lebih baik memakai regulasi 3+1+1 seperti Malaysia, meski sifatnya tidak wajib, jujur marquee player itu memberatkan klub, apalagi jika kontribusinya kurang," ungkap GM Arema, Ruddy Widodo dilansir Wearemania.
Bila diterapkan, Arema FC menyambutnya dengan gembira dan sudah siap ancang-ancang datangkan pemain dari kawasan ASEAN. Namun, Ruddy sendiri masih memantau perkembangannya.
"Kalau-pun kuota pemain asing asal ASEAN itu nanti jadi diterapkan juga di Liga 1, kami sudah siap, karena Gethuk (pelatih Arema, Joko Susilo) sudah punya pandangan dan sudah berkomunikasi dengan teman-temannya semasa kursus kepelatihan di Thailand, tandas dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
