Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2017 | 05.34 WIB

Naskah Kuno Tuanku Imam Bonjol Ini Didaftarkan ke UNESCO

KAWAL: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Alwis - Image

KAWAL: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Alwis

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana mendaftarkan naskah kuno pemimpin perang Padri Tuanku Imam Bonjol ke UNESCO. Namun, sebelum didaftarkan, diperlukan akuisisi naskah dan data pendukung berbeda yang berada di Belanda.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Alwis mengatakan, akuisisi naskah tidak semata hanya dilakukan untuk naskah Tuanku Imam Bonjol. Namun, juga akan dilakukan akuisisi naskah-naskah mitigasi bencana yang terjadi di Sumbar yang juga telah diboyong ke Negara kincir angin tersebut.


Khusus untuk naskah pemimpin agama Islam yang lahir di Bonjol Kabupaten Pasaman Sumbar ini, pihak Arsip mengaku telah memiliki bahan dasar. Namun, masih butuh data pendukung seperti akuisisi arsip.


"Ada keperluan yang mendasar ke Belanda, kami perlu menyediakan data pendukung dan akuisisi sebelum didaftarkan ke UNESCO," kata Alwis di Padang, Minggu (19/11).


Menurutnya, banyak sekali arsip berharga tentang sejarah Sumatera Barat yang berada di Belanda untuk dijadikan rujukan atau referensi dalam pembangunan di Sumbar.


"Arsip-arsip itu bisa dijadikan kajian, apakah itu soal pembangunan, mitigasi bencana, sejarah dan kebudayaan. Bisa kita lihat bagaimana orang dulu membuat sebuah bangunan itu bisa dijadikan rujukan setelah berkas atau arsip itu ditangan," tutur Alwis.


Langkah itu menurutnya, dalam rangka menjemput masa lalu, mengerjakan hari ini dan merajut masa depan. "Peristiwa itu sejarah yang berulang, arsip menjadi sangat penting kita dapatkan," ujarnya.


Ia tidak menapik perjalanan ke Belanda juga melibatkan beberapa pihak seperti DPRD Sumbar, Pemkab Pasaman dan dari Universitas Andalas (Unand) yang kompeten di bidang arsip dan sejarah. Sebah, akuisisi tidak bisa dilakukan hanya pihak dinas semata.


"Dalam rangka meminta dukungan dari lembaga yang berkompeten seperti dari Unand, dari Pemkab Pasaman dan DPRD Sumbar. Dari Dinas hanya dua orang. Kan tidak bisa dilakukan oleh dinas saja" katanya.


Ditambahkannya, rencana keberangkatan ke Leiden, Belanda pada tanggal 4-9 Desember 2017 bersama Tim dari DPRD Sumbar, Akademisi dan Pemkab Pasaman.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore