
KAWAL: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Alwis
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana mendaftarkan naskah kuno pemimpin perang Padri Tuanku Imam Bonjol ke UNESCO. Namun, sebelum didaftarkan, diperlukan akuisisi naskah dan data pendukung berbeda yang berada di Belanda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Alwis mengatakan, akuisisi naskah tidak semata hanya dilakukan untuk naskah Tuanku Imam Bonjol. Namun, juga akan dilakukan akuisisi naskah-naskah mitigasi bencana yang terjadi di Sumbar yang juga telah diboyong ke Negara kincir angin tersebut.
Khusus untuk naskah pemimpin agama Islam yang lahir di Bonjol Kabupaten Pasaman Sumbar ini, pihak Arsip mengaku telah memiliki bahan dasar. Namun, masih butuh data pendukung seperti akuisisi arsip.
"Ada keperluan yang mendasar ke Belanda, kami perlu menyediakan data pendukung dan akuisisi sebelum didaftarkan ke UNESCO," kata Alwis di Padang, Minggu (19/11).
Menurutnya, banyak sekali arsip berharga tentang sejarah Sumatera Barat yang berada di Belanda untuk dijadikan rujukan atau referensi dalam pembangunan di Sumbar.
"Arsip-arsip itu bisa dijadikan kajian, apakah itu soal pembangunan, mitigasi bencana, sejarah dan kebudayaan. Bisa kita lihat bagaimana orang dulu membuat sebuah bangunan itu bisa dijadikan rujukan setelah berkas atau arsip itu ditangan," tutur Alwis.
Langkah itu menurutnya, dalam rangka menjemput masa lalu, mengerjakan hari ini dan merajut masa depan. "Peristiwa itu sejarah yang berulang, arsip menjadi sangat penting kita dapatkan," ujarnya.
Ia tidak menapik perjalanan ke Belanda juga melibatkan beberapa pihak seperti DPRD Sumbar, Pemkab Pasaman dan dari Universitas Andalas (Unand) yang kompeten di bidang arsip dan sejarah. Sebah, akuisisi tidak bisa dilakukan hanya pihak dinas semata.
"Dalam rangka meminta dukungan dari lembaga yang berkompeten seperti dari Unand, dari Pemkab Pasaman dan DPRD Sumbar. Dari Dinas hanya dua orang. Kan tidak bisa dilakukan oleh dinas saja" katanya.
Ditambahkannya, rencana keberangkatan ke Leiden, Belanda pada tanggal 4-9 Desember 2017 bersama Tim dari DPRD Sumbar, Akademisi dan Pemkab Pasaman.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
