Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Besok, KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Tersangka Kasus e-KTP

| editor : 

Setya Novanto

Ketua DPR Setya Novanto (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua DPR Setya Novanto bakal menjalani pemeriksaan kembali di Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini, dalam statusnya sebagai tersangka korupsi e-KTP.

Adapun dia dijadwalkan untuk diperiksa penyidik KPK pada Rabu besok (15/11). "Tadi saya dapat info bahwa Rabu minggu ini SN akan dipanggil sebagai tersangka dalam proses penyidikan yang sudah dilakukan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Senin (13/11).

Surat panggilan tersebut pun sudah dilayangkan KPK kepada Novanto. "Surat panggilan sudah kita sampaikan minggu lalu, tentu pemanggilan secara patut sudah dilakukan," ucapnya.

Dengan adanya surat panggilan yang sudah dilayangkan, Febri berharap supaya kali ini Novanto mengindahkan panggilan penyidik KPK itu. Apalagi, Novanto adalah pimpinan dari wakil rakyat yang perlu memberi contoh baik. Dalam hal ini, mengikuti proses hukum.

"Kita harap yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan memberikan contoh yang baik sebagai pimpinan lembaga negara untuk bisa datang pada proses pemeriksaan di institusi penegak hukum, termasuk KPK," tegas Febri.

Dengan menghadiri pemeriksaan tersebut, menurutnya, Novanto bisa melakukan klarifikasi terhadap dugaan KPK terkait kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

"Kalau ada bantahan yang disampaikan, maka akan terbuka kemungkinan proses klarifikasi dan pengajuan bukti-bukti yang sebaliknya, pada proses pemeriksaan," imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan informasi apakah Novanto akan hadir dalam panggilan tersebut. Namun Febri berharap supaya mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu kooperatif.

Sementara itu, ketika disinggung apakah KPK akan melakukan tindakan tegas jika nantinya Novanto kembali tak mengindahkan panggilang penyidik KPK, Febri tak mau berandai-andai. "Saya kira lebih baik kita tunggu dan kita harapkan kehadiran yang bersangkutan karena surat panggilan sudah disampaikan secara patut," pungkas Febri.

(dna/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP