
NARASUMBER: Dosen Universitas Muhammadiyah Malang Nurudin dalam pelatihan menulis di gedung Ngalup, Kota Malang.
JawaPos.com – Acara yang digelar di gedung Ngalup, Jalan Sudimoro, Kota Malang, Kamis (26/10) termasuk tidak biasa. Pemuda lintas iman dan etnis belajar bersama perihal tulis menulis dalam pelatihan menulis esai kebangsaan yang diadakan oleh Penerbit Buku Kota Tua.
Menariknya, setelah mengikuti pelatihan ini, para pemuda tersebut bertekad untuk membuat buku yang bertema tentang kebangsaan dan keberagaman. Diharapkan, buku tersebut mampu memberi inspirasi bagi khalayak ramai. Pelatihan ini diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda pada Sabtu (28/10).
Banyak hal yang dibahas dalam pelatihan ini. Salah satunya, tentang pentingnya literasi di tengah maraknya hoax dan ujaran kebencian. Keduanya tersebut menurut narasumber Prof Dr Djoko Saryono M.pd bisa merongrong nilai-nilai dalam berbangsa dan bernegara.
Guru besar Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, literasi merupakan kunci bagi segala permasalahan yang ada di kehidupan ini. Menurut dia, semakin melek literasi, maka orang akan semakin mampu mencari solusi atas permasalahan hidupnya.
''Seperti orang miskin yang tidak bisa beranjak menjadi kaya atau sedikit kaya, salah satunya karena tidak literat atau tidak melek literasi, karena itulah mentalitas miskin menjadi turun temurun,'' kata pria yang juga staf ahli Kemendikbud bidang pendidikan karakter itu.
''Tapi terkadang ada orang miskin tapi tetap literat, semisal orang miskin tapi tetap jujur,'' lanjutnya. Permasalahan penipuan yang sering terjadi, salah satunya karena literasi. Seperti penipuan First Travel, itu karena minimnya literasi dalam hak keuangan.
Karena itulah, dia mendukung penuh atas gerakan kemendikbud yang mencangkan gerakan literasi nasional. ''Nanti literasi itu bisa dimulai dari keluarga, masyarakat, dan sekolah,'' imbuhnya.
Pria yang juga kepala perpus UM ini menambahkan, di era abad 21 ini, anak muda harus berkolaborasi. Jadi, sudah tidak zaman lagi para pemuda hanya bersaing satu dengan yang lain. ''Saya selalu bilang, saat ini zamannya bersanding tapi tetap tidak lupa bersaing,'' ucapnya.
Sementara itu, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nurudin yang juga menjadi narasumber, banyak membahas tentang teknik menulis. Menurut dia, untuk menjadi penulis, para pemuda harus gigih.
''Saya sering dicurhati penulis pemula yang kesusahan menebus koran, menurut saya itu belum apa-apa kalau belum ditolak lebih dari 20 kali, karena saya pernah ditolak 20 kali berturut-turut oleh media,'' kata dosen yang sudah menulis 17 judul buku ini.
Untuk bisa menulis, menurutnya tidak ada pilihan lain selain terus menerus menulis dan membaca. ''Seperti ilmu kendi yang menjadi tempat air, jadi kalau mau mengeluarkan kendi itu harus diisi dulu,'' imbuhnya.
Perihal tema kebangsaan yang bisa ditulis, menurut dia tema-tema yang bisa ditulis bisa merupakan tema-tema ringan. Dia mencontohkan dirinya yang pernah menulis tentang tema pluralisme dan kebangsaan berdasarkan film.
''Waktu itu saya habis menonton film tentang ketikdakadilan tentang perempuan, ya itu saja ditulis sebagai pengantar tulisan saya, jadi tulis saja yang kita alami,'' pungkasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
