
Juru Bicara KPK Febri Diansyah
JawaPos.com - Penegakan hukum yang dilakukan Amerika Serikat terhadap perkara suap yang melibatkan almarhum Johannes Marliem, saksi kunci korupsi e-KTP, memberikan titik terang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dianggap sangat membantu proses hukum oleh KPK.
Ketika persidangan di negara bagian Minesotta, diketahui adanya indikasi pemberian jam tangan mewah dari Marliem untuk pejabat parlemen di Indonesia. Mendapati informasi itu, KPK langsung mendalami informasi tersebut.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, antara KPK dengan penegak hukum Amerika Serikat langsung berkoordinasi. “Sekarang kami masih berkoordinasi dengan pihak penegak hukum di Amerika, jadi belum bisa menyimpulkan," ucap dia di kantornya, Jumat (6/10).
Dia menambahkan, informasi dugaan adanya aliran dana ke pejabat Indonesia terkait proyek e-KTP bisa membantu membongkar praktik korup di kasus tersebut. Apalagi pengusutan di Amerika berkaitan dengan aset hasil kejahatan.
“Di sana proses hukumnya itu gugatan terhadap aset yang diduga hasil kejahatan dan terkait dengan indikasi pemberian terhadap pejabat di Indonesia," jelas Febri.
Menurutnya, KPK telah menggandeng FBI untuk menelusuri pemberian jam seharga Rp 1,8 miliar dari Marliem untuk pejabat yang cukup berpengaruh di Indonesia tersebut. Agen khusus FBI, Jonathan Holden menyampaikan bahwa Johannes Marliem pernah memberikan jam tangan Rp 1,8 miliar ke Ketua Parlemen Indonesia.
Ini terungkap dalam gugatan yang diajukan pemerintah federal Minesotta ke Johannes Marliem. Pemerintah Minesotta juga berniat menyita aset Johannes Marliem sebesar USD 12 juta atau sekira Rp 162 miliar karena diduga itu didapatkan melalui skandal yang melibatkan pemerintah Indonesia.
Menurut Holden, Johannes Marliem juga mengakui telah memberikan sejumlah uang dan barang lainnya pada sejumlah pejabat di Indonesia atas lelang e-KTP baik secara langsung maupun melalui perantara. Informasi itu didapatkan saat Johannes Marliem diperiksa pada Agustus 2017.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
