
Ilustrasi
JawaPos.com - Jumlah pengguna narkoba di Kabupaten Bogor terus meningkat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor mencatat pengguna narkoba mencapai 200 ribu jiwa pada 2017 ini. Ironisnya, Kabupaten Bogor mendapatkan peringkat kedua sebagai daerah dengan pengguna narkoba tertinggi di Jawa Barat.
Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setia Budhi mengungkapkan jumlah itu tidak banyak berubah sejak 2014 lalu. Saat ini Bandung masih menjadi daerah dengan pengguna narkoba tertinggi di Jawa Barat.
Dia menjelaskan, dari sekitar 34 juta penduduk Jawa Barat, sekitar 2,4 persen diantaranya atau sekitar 800 ribu jiwa terdeteksi positif menggunakan narkoba. ”Bogor masih kedua tertinggi se-Jawa Barat setelah Bandung,” kata Budhi kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (10/7).
Sejak 2014, kata dia, pengguna narkoba di Bogor cenderung mengalami peningkatan. "Kebanyakan yang terlibat itu pelajar dan mahasiswa. Kesulitan lainnya, yaitu karena kebanyakan keluarga malu untuk melaporkan jika ada anaknya terlibat narkoba. Jadi kami imbau mereka untuk melaporkan saja ke BNN, supaya bisa direhabilitai,” terang Budhi juga.
Dia menambahkan, BNN memiliki program pemuda anti-narkotika. Program ini menyasar pada masyarakat usia produktif yakni 13-50 tahun. ”Karena dilapangan memang usia-usia segitu yang jadi pengguna. Di Bogor saja, dari kota dan kabupaten, 2,5 persen itu pengguna narkoba dari sekitar 7 juta penduduk,” katanya juga.
Bahkan, kata dia lagi, pengedaran sabu-sabu saja di Bogor bisa mencapai 1 kilogram (kg) per hari dengan nilai transaksi leboh dari Rp1,5 miliar. ”Bogor memang mengkhawatirkan. Karena penggunanya ada di seluruh segmen. Tidak terkecuali pelajar,” tukasnya.
Hingga Juni 2017 saja, tambah dia, pecandu narkoba harus menjalani rehabilitasi. Dengan kata lain, dua orang harus dikirim ke Lido, Sukabumi untuk menghilangkan kecanduannya pada narkoba. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan temuan jajarannya, sementara penangan berbeda dilakukan Polres Bogor maupun BNN Pusat.
"Beragam ya (kecanduannya). Ada sabu-sabu, obat-obatan maupun ganja yang menjalani rehabilitasi. Karena, memang seharusnya pengguna atau pecandu itu direhabilitasi. Bukan dipidana,” katanya juga.
Dia menyadari, perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNNK. Menurutnya perlu ada peran serta dari masyarakat. ”Kami sangat berharap kepada para orang tua jika anaknya kecanduan narkoba, bawa saja untuk direhabilitasi,” tukas Budhi juga. (has/yuz/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
