
PT Brantas Abipraya (Persero) sedang membangun infrastruktur untuk mendukung hunian relokasi korban erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara. (dok. BUMN)
JawaPos.com - Tekanan efisiensi dalam proyek infrastruktur nasional semakin menguat seiring dorongan pemerintah untuk menekan biaya konstruksi, mempercepat penyelesaian proyek, dan meningkatkan transparansi kerja di seluruh lini. Tantangan ini membuat digitalisasi dan inovasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak bagi pelaku industri, termasuk BUMN konstruksi.
PT Brantas Abipraya (Persero) memanfaatkan peringatan hari jadinya yang ke-45 pada 12 November sebagai momentum menegaskan respons terhadap tekanan tersebut. Dengan mengusung tema Sinergi Merajut Masa Depan, Abipraya menonjolkan komitmen transformasi digital dan konstruksi hijau, dua isu strategis yang kini menjadi tolok ukur peningkatan kinerja proyek nasional.
Sorotan utama dari rangkaian HUT ialah penyelenggaraan Abipraya Innofest 2025, ajang inovasi internal yang memamerkan gagasan dan solusi teknologi para karyawan dari berbagai unit bisnis.
Program ini menggarisbawahi langkah Abipraya untuk memperkuat efisiensi kerja melalui penerapan teknologi, termasuk sistem manajemen proyek berbasis data dan optimalisasi proses konstruksi.
"Kini, kami melangkah lebih jauh dengan mengusung transformasi dan inovasi sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan industri konstruksi yang semakin dinamis," ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Jumat (14/11).
Implementasi Building Information Modeling (BIM), digital project management, hingga penerapan prinsip green construction menjadi fokus perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri yang menuntut efisiensi dan keberlanjutan.
Abipraya sendiri memposisikan ajang inovasi ini bukan hanya sebagai selebrasi, tetapi bagian dari transformasi berkelanjutan menuju konstruksi yang lebih hijau dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dian menekankan bahwa semangat inovasi tersebut memperkuat posisi Abipraya sebagai agent of change yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga fondasi nilai dan masa depan berkelanjutan di sektor konstruksi.
Selain inovasi teknologi, peringatan HUT ke-45 juga diisi dengan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), seperti santunan anak yatim, penanaman 1.500 bibit pohon yang selaras dengan SDGs 13 dan 4, serta donasi buku dan kebutuhan dasar kepada sejumlah yayasan di Jabodetabek.
Langkah ini diklaim menegaskan perhatian perusahaan pada aspek sosial di tengah peningkatan standar ESG di industri. "Peringatan HUT ke-45 ini bukan sekadar selebrasi. Kami berkomitmen untuk terus bertransformasi, memberikan karya terbaik, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa," tutup Dian Sovana.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
