Ilustrasi Perumahan. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah bakal membangun sebanyak 2.200 rumah subsidi di Wamena, Papua Pegunungan. Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri PKP di tengah kunjungan kerja bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada Selasa (12/8).
Secara rinci ia mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 2.000 unit rumah ditujukan bagi masyarakat pegunungan. Sedangkan sisanya sebanyak 200 unit diperuntukkan bagi kepala suku.
"Bapak Presiden menelepon saya, beliau mengatakan sedang bersama Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan memerintahkan saya untuk membangun 2.000 rumah untuk rakyat Papua Pegunungan dan juga 200 rumah untuk Kepala Suku," kata Menteri Ara dalam keterangannya, Selasa (12/8).
Lebih lanjut, Ara berharap agar pembangunan rumah di Papua Pegunungan cepat terlaksana dan dapat selesai dalam waktu yang tidak lama. Bahkan ia juga memastikan bahwa pembangunan sebanyak 2.200 rumah akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kultur budaya setempat.
"Benar dan cepat. Tentu benar harus sesuai dengan aturan, benar sesuai kebutuhan masyarakat, benar sesuai dengan kultur budaya yang ada di masyarakat, dan tepat sasaran. Untuk itu semuanya perlu persiapan," ungkap Menteri Ara.
Adapun terkait persiapan, Menteri Ara mengatakan telah menugaskan tiga Direktur Jenderal yang ada di Kementerian PKP untuk melaksanakan survei lapangan. Mulai dari Dirjen Kawasan Permukiman Fitrah Nur, Dirjen Perumahan Perdesaan Imran, dan Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Aziz Andriansyah.
"Saya sudah sampaikan tadi, bagaimana anggaran-anggaran yang sampai di sini bisa dijaga dengan baik, bisa digunakan dengan benar, bisa sampai tepat sasaran, bisa kualitasnya baik.Tentu ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak dan bagaimana bisa bermanfaat bagi rakyat," pungkas Menteri Ara.
Untuk diketahui, program pembangunan rumah di Papua Pegunungan ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah. Di mana program tersebut adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan perumahan layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dengan salah satu mekanismenya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Khusus tahun 2025, pemerintah juga telah meningkatkan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit rumah subsidi, dari sebelumnya 250 ribu unit. Guna mendukung penambahan kuota FLPP, pemerintah telah menambah anggaran sebesar Rp35 triliun.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
