
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021). Kementerian Pertanian menargetkan produksi padi pada tahun 2022 sebesar 55,20 juta ton untuk menjalankan program prioritas peningkatan ketersediaan, a
JawaPos.com - Memiliki rumah sendiri menjadi impian semua masyarakat. Apalagi, berdasarkan data Kementerian PUPR, masih terdapat 11 juta orang yang belum memiliki rumah. Sehingga, para milenial harus mulai mempertimbangkan untuk mulai berusaha memiliki rumah sendiri.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Herry Trisaputra Zuna menyebut, saat ini adalah waktu yang tepat karena harga rumah naik setiap tahunnya. Sehingga, jika tabungan dirasa cukup untuk membeli rumah, sebaiknya disegerakan.
“Karena harga rumah terus meningkat sementara tabungan kalah cepat tabungannya. Jadi jangan pernah berfikir nabung terlebih dahulu baru membeli rumah, membeli rumah sambil menabung," ujarnya dalam acara webinar, Rabu (29/9).
Herry mengungkapkan, pemerintah sendiri telah menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan agar rumah menjadi terjangkau bagi masyarakat. Salah satunya, melalui skema subsidi seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema tersebut diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di bawah Rp 8 juta.
Herry menyebut, program tersebut juga akan tersedia pada 2022 mendatang dengan target 200 ribu ditambah fasilitas BP Tapera. Apalagi, cara mengaksesnya pun semakin mudah hanya melalui online saja yaitu, melalui aplikasi Sikasep.
"Bisa dilakukan melalui aplikasi sehingga dengan kemudahan-kemudahan ini semua milenial harapannya, seperti filosofi keong semua anaknya dikasih rumah," tuturnya.
PUPR mencatat, hingga saat ini capaian FLPP juga didominasi milenial yaitu sebesar 74 persen di perkotaan dan di luar kota, baik untuk rumah susun maupun rumah tapak dengan total 1.097.176 unit atau 78,16 persen dari realisasi nasional. Adapun ketiga provinsi terbanyak yaitu Jawa Barat (445 ribu unit), Banten (118 ribu unit), dan Jawa Timur (84 ribu).
Herry mengaku, wilayah Ibukota Jakarta tidak termasuk karena memang subsidi tersebut berorientasi ke rumah tapak. Selain itu, untuk rumah vertikal juga masih belum banyak. Sehingga, hal ini menjadi tantangan pemerintah dan pengembang untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat.
“Nanti mungkin pada waktunya bagaimana kita menyelesaikan solusi di kota besar dan metropolitan," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022