
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (31/5/2023). Bank Indonesia (BI) melaporkan permintaan pembiayaan oleh rumah tangga, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) melambat pada momen lebaran 2023 ini. Berdasark
JawaPos.com - Program Tapera tak menjamin pekerja bisa memiliki rumah, terutama kelak ketika pensiun. Dana yang berasal dari potongan 3 persen (2,5 persen menjadi tanggungan pekerja) dari upah disebut tidak mencukupi.
Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan, dengan potongan 3 persen untuk Tapera bakal sulit membeli rumah saat pensiun. Misalnya, pekerja berusia 30 tahun dengan gaji UMR sebesar Rp 5 juta. Berarti, iuran untuk perumahan senilai Rp 150 ribu per bulan.
Dana tersebut dikumpulkan dalam setahun menghasilkan Rp 1,8 juta. Ketika pensiun di usia 60 tahun, tanpa imbal hasil investasi, dananya hanya Rp 54 juta. ”Dengan skema demikian tentu tidak cukup (beli rumah),” ujar Tauhid kepada Jawa Pos.
Bahkan ketika tabungan mendapatkan imbal hasil investasi pemerintah ke SBN sebesar 6,4 persen. Dengan potongan pajak, sebut saja mendapat imbal hasil 6 persen setahun, hasilnya hanya mendapat tambahan Rp 108 ribu. Jadi, sampai pensiun, terdapat kenaikan simpanan Rp 3,24 juta saja.
”Saya melihat masalah yang sama, masih kurang. Dengan demikian, untuk mendapatkan rumah yang layak harus diklasifikasi pada gaji berapa agar pekerja mendapatkan rumah yang layak,” jelasnya.
Tauhid juga menyoroti skema gotong royong program Tapera. Artinya, bagi pekerja yang tidak membutuhkan rumah, tetapi terkena potongan, dananya digunakan untuk membiayai MBR membeli rumah. Setidaknya menggunakan selisih imbal hasil investasi Tapera untuk subsidi.
Dengan demikian, kata dia, filosofi gotong royong menjadi masalah. Yang mendapat manfaat adalah pekerja yang ambil rumah. Sebaliknya, pekerja yang tidak ambil rumah cuma mendapat imbal hasil investasi. ”Sehingga sifat iuran ini seharusnya tidak bisa dipaksa. Voluntary saja,” tutur Tauhid. (han/c14/fal)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
