
Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar Idrus Marham mendatangi PN Jaktim pada Kamis (10/9) (Dok Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham menilai kritik yang disampaikan sesama anggota koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah. Menurutnya, kritik tidak semestinya menimbulkan keretakan di antara partai-partai pendukung pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Idrus menanggapi sorotan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum optimal dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Tiga menteri dari Partai Golkar turut menjadi perhatian Kamrussamad yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.
Menurut Idrus, kritik di lingkungan koalisi merupakan sesuatu yang lumrah. Namun, penyampaiannya harus dilandasi niat baik, objektivitas, fakta, kejujuran, serta rasa keadilan dengan tujuan memperkuat kinerja pemerintahan.
Idrus mengingatkan bahwa Presiden Prabowo kerap menggambarkan Indonesia sebagai rumah besar yang harus dijaga dan dibangun bersama. Karena itu, seluruh elemen koalisi semestinya memiliki semangat kekeluargaan, termasuk dalam memberikan masukan dan mengingatkan satu sama lain.
"Kalau kritikannya disampaikan dengan niat yang tulus, objektif faktual, jujur dan berkeadilan untuk memperkuat koalisi Merah Putih bagi suksesnya Pemerintahan Prabowo, maka penguatan itu semakin solid," kata Idrus kepada wartawan, Jumat (30/10).
Dia menegaskan kritik tidak boleh langsung dimaknai sebagai ancaman terhadap soliditas koalisi. Sebaliknya, evaluasi yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi pengingat bagi seluruh anggota koalisi untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan program Presiden Prabowo berjalan sesuai sasaran.
Idrus juga mengingatkan bahwa para elite dan tokoh yang berada dalam barisan koalisi pemerintahan pada dasarnya sudah saling mengenal. Hubungan tersebut mencakup rekam jejak, karakter, hingga perjalanan masing-masing dalam organisasi maupun politik.
Dia kemudian menyinggung hubungan Kamrussamad dengan Bahlil Lahadalia yang telah terjalin sejak keduanya aktif di organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Idrus mengaku juga mengenal Kamrussamad sejak lama. Bahkan, keduanya pernah berada dalam satu lingkaran kepemimpinan organisasi kepemudaan sebelum melanjutkan kiprah di dunia politik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Prediksi Skor Everton vs Newcastle United: Tuan Rumah Tertekan, The Magpies Bidik Kemenangan
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Frosinone vs Lecce di Serie A: Ancaman Raimondo dan Masalah Pertahanan Tim Tamu
Prediksi Skor Frosinone vs Lecce: Canarini Bidik 4 Kemenangan Kandang Beruntun

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022