
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (Dok Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun masa kepemimpinan. Keduanya dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Perjalanan dua tahun kepemimpinan dinilai memberikan fondasi kokoh bagi masa depan bangsa.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyoroti komitmen persatuan yang terus diusung Prabowo sejak memenangkan kepercayaan publik pada pertengahan 2024. Ia menilai narasi kebangsaan yang dibawa Prabowo berhasil mempererat kohesi sosial dan persatuan nasional.
"Sejak beliau terpilih sebagai presiden pada tanggal ketika itu 25 Mei 2024, itu sudah menyampaikan pidato yang mengajak kepada seluruh anak bangsa menyadari kesadaran berbangsa," kata Idrus saat ditemui di Jakarta pada Senin (19/10).
Idrus membeberkan kerangka pemikiran komprehensif yang menopang tiap arah kebijakan pemerintahan saat ini. Menurutnya, pijakan utama yang mendasari kepemimpinan Prabowo-Gibran berorientasi pada rasa memiliki terhadap tanah air.
"Yang pertama adalah ada kesadaran berbangsa, bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama," jelas Idrus.
Selain itu, ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip kebangsaan senantiasa disandarkan pada nilai ideologis yang kuat, yakni Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang menjadi rujukan dalam mengejar cita-cita bernegara.
"Nah, setelah ini ada ideologi dan falsafah adalah visi kita ya, sebagaimana yang diatur di dalam Undang-Undang Dasar yaitu pembukaan, alinea keempat itu, itu jelas di situ. Jadi visi pembangunan itu adalah tujuan bernegara itu sendiri, di situ ada empat dia jelaskan," tuturnya.
Ia menambahkan seluruh garis kebijakan strategis pemerintah memang diproyeksikan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang selaras dengan falsafah Pancasila.
Di sisi lain, Idrus juga menyinggung pembentukan kabinet pemerintahan yang merangkul berbagai latar belakang secara inklusif sebagai langkah konkret konsolidasi politik. "Dalam menentukan tim dan kabinet ini memang resikonya adalah besar karena apa tadi Pak Prabowo, ini harus dirawat bersama dan karena itu Pak Prabowo mengajak seluruh elemen-elemen apakah itu dari partai atau bukan dari partai dan berbagai suku, berbagai agama. Nah, ini memang resikonya adalah adalah adalah banyak jumlahnya," beber Idrus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022