Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 18.34 WIB

Ketua Harian PSI Minta Sudahi Polemik Pendidikan Gibran, Hormati Standar Pendidikan di Luar Negeri

Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Ahmad Ali, dalam acara pelantikan Pengurus DPP PSI yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (26/9). (M Ridwan/JawaPos.com) - Image

Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Ahmad Ali, dalam acara pelantikan Pengurus DPP PSI yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (26/9). (M Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pendidikan dan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berpolemik pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meminta perdebatan itu disudahi. 

Menurut dia, persoalan ini harus dilihat secara objektif dengan menghormati sistem pendidikan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

“Masa sekolah di Singapura dan Australia kalah integritasnya sama Indonesia? Tentu bukan begitu cara melihatnya," ujar Ahmad Ali kepada wartawan pada Selasa (20/10). 

Dia menuturkan, setiap negara memiliki sistem pendidikan dan standar akademik. Semua itu patut dihormati. Perbedaan bentuk dokumen pendidikan tidak serta-merta menjadi alasan untuk meragukan kualitas maupun kredibilitas pendidikan seseorang.

Ahmad Ali membeberkan, Gibran telah menempuh pendidikan di Singapura dan Australia hingga jenjang perguruan tinggi serta telah menyelesaikan pendidikan S-1. Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan surat penyetaraan pendidikan melalui kementerian yang berwenang sejak 2019.

“Gibran bukan orang yang tidak berpendidikan. Ia telah menjalani proses pendidikan hingga perguruan tinggi di luar negeri. Negara kita pun memiliki mekanisme resmi untuk mengakui kesetaraan pendidikan tersebut," sambungnya. 

Dia meminta segala yang perlu diklarifikasi dapat diselesaikan secara objektif melalui lembaga yang berwenang, bukan dengan asumsi.

Perbedaan sistem pendidikan antarnegara seharusnya dipahami sebagai bagian dari keberagaman standar akademik internasional, bukan dijadikan sumber polemik berkepanjangan.

“Kini tolong biarkan Gibran bekerja untuk Indonesia. Jangan abaikan perjalanan pendidikan yang telah ditempuhnya. Ia ingin mengabdi kepada negeri ini, hargai itu," ujar mantan politikus Partai Nasdem itu. 

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore