Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 03.19 WIB

Polri-Kejagung Diminta Bereskan Mafia Pangan, Sahroni Sebut Bikin Petani dan Peternak Tercekik

Ilustrasi petani panen terong di Semarang, Jawa Tengah.

 

JawaPos.com - Komisi III DPR RI meminta kepada Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) membantu Kementerian Pertanian memberantas mafia pangan. Pasalnya, mafia ini seperti hama bagi petani dan peternak.
 
Mentan Andi Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan bahwa mafia pangan menghambat program swasembada. Mereka bahkan mematikan peternak dan produsen kecil dengan menekan harga pasar.
 
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, fenomena ini perlu ditanggulangi segera. Sebab, efeknya akan semakin meluas ke aspek lainnya.
 
"Mereka ini sudah lama jadi hama, domino effect-nya berbahaya sekali bagi ekonomi, mereka memanipulasi pasar,” ujar Sahroni kepada wartawan, Selasa (13/10).
 
 
Aspek penegakan hukum diyakini bisa membantu pemberantasan mafia pangan. Gerak cepat dari Polri dan Kejagung dibutuhkan saat ini.
 
“Komisi III meminta Polri dan Kejagung memberi bantuan penuh kepada agenda Mentan, yang ingin menyikat mafia pangan sampai ke akar-akarnya," imbuhnya.
 
Politikus Partai NasDem ini menilai, praktik kejahatan seperti ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Pasalnya, akan menimbulkan kerugian besar bagi pengusaha kecil.
 
"Maksimalkan seluruh aspek penegakan hukum, mulai dari pengawasan, pencegahan, hingga penindakan. Jangan sampai praktik seperti ini terus dibiarkan dan makin merugikan masyarakat, petani, dan peternak lokal," jelasnya.
 
Pemerintah memiliki program yang jelas dalam mewujudkan swasembada pangan. Segala bentuk hambatan perlu diantisipasi secara tepat.
 
“Jangan sampai mafia pangan justru mengalahkan agenda swasembada pangan yang sedang diwujudkan dan dipertahankan oleh Presiden Prabowo. Dari yang sudah-sudah, mafia pangan inilah salah satu biang kerok yang merusak harga pasar, mengacaukan keseimbangan pasokan dan permintaan, lalu ujung-ujungnya mematikan petani dan peternak kita sendiri. Maka negara harus hadir memberantas parasit ini,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore