
Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Relawan pendukung Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam jaringan nasional Gibranku menyoroti sikap partai politik koalisi pendukung pemerintah yang dinilai minim memberikan pembelaan di tengah kembali mencuatnya isu mengenai ijazah Gibran. Pasalnya, sejumlah pihak termasuk Denny Indrayana menggugat ijazah SLTA Gibran ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Mereka menilai sejumlah partai politik yang berada di barisan pendukung pemerintah cenderung mengambil sikap berhati-hati atau "main aman" ketika isu tersebut kembali menjadi perhatian publik.
Ketua Umum Gibranku Ananta Agung Junaedy mengatakan, kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi solidaritas politik di antara pihak-pihak yang selama ini berada dalam barisan yang sama. Ia menilai, dukungan seharusnya tidak hanya terlihat ketika momentum politik berlangsung, tetapi juga ketika tokoh yang didukung menghadapi berbagai persoalan di ruang publik.
Loyalitas politik semestinya tidak berhenti pada kepentingan kampanye, pembagian posisi maupun penentuan peran strategis. Menurut dia, komitmen tersebut juga perlu ditunjukkan ketika figur yang didukung menghadapi tekanan.
"Kami di akar rumput terus bergerak dan pasang badan, namun kami melihat hampir tidak ada pembelaan yang proporsional dari partai politik yang selama ini berdiri di barisan yang sama. Sangat disayangkan jika kalkulasi politik membuat kawan-kawan koalisi terkesan 'main aman' dan membiarkan tokohnya diserang sendirian," kata Agung kepada wartawan, Senin (28/9).
"Kami ingin mengingatkan kembali kepada partai politik: kesetiaan itu diuji saat ada badai, bukan hanya saat laut sedang tenang," sambungnya.
Ia menyampaikan tiga harapan kepada partai politik yang berada dalam koalisi pendukung pemerintah. Pertama, relawan meminta adanya konsistensi dalam memberikan klarifikasi dan pembelaan terhadap informasi yang mereka nilai tidak benar.
"Partai politik tidak hanya perlu hadir ketika menikmati hasil dari kerja politik bersama, tetapi juga ikut mengambil tanggung jawab ketika muncul isu yang menyasar figur yang didukung," tegasnya.
Kedua, Gibranku menekankan pentingnya menjaga martabat serta kepercayaan dalam hubungan politik. Menurutnya, koalisi yang kuat membutuhkan sikap saling mendukung, terutama ketika salah satu pihak menghadapi tekanan di ruang publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022