
Ilustrasi: Petani bisa mendapatkan lahan dari program reforma agraria dari aset yang dikelola Bank Tanah.
JawaPos.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Gerindra Azis Subekti menilai reforma agraria tidak boleh hanya berorientasi pada pembagian maupun legalisasi tanah. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diarahkan menjadi pijakan untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Azis berpandangan, akses terhadap tanah perlu dibarengi dengan dukungan modal, teknologi, kelembagaan, kepastian pasar, serta pengembangan hasil produksi. Tanpa dukungan tersebut, kepemilikan tanah belum tentu membuat masyarakat keluar dari persoalan kemiskinan.
"Tanah saja tidak cukup. Orang miskin yang memperoleh tanah tanpa modal, teknologi, organisasi, dan pasar dapat berubah menjadi pemilik aset yang tetap miskin," kata Azis kepada wartawan, Jumat (11/9).
Pernyataan itu disampaikan setelah DPR menyetujui RUU Pengaturan Reforma Agraria untuk menjadi RUU usul DPR. Azis berharap pembahasan regulasi tersebut dapat memperluas makna reforma agraria, dari sekadar persoalan kepemilikan lahan menjadi strategi pembangunan ekonomi masyarakat.
Dia menilai, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa pemberian atau legalisasi tanah belum otomatis meningkatkan kesejahteraan petani. Setelah memiliki lahan, masyarakat masih berhadapan dengan keterbatasan pembiayaan dan teknologi. Ketika produksi meningkat, persoalan lain muncul berupa akses terhadap pasar dan kepastian pembeli.
"Jadi pertanyaannya bukan hanya siapa mendapat tanah, tetapi setelah mendapat tanah dia memproduksi apa, siapa yang membiayai, siapa yang membeli dan siapa yang menikmati nilai tambahnya," ujar Azis.
Karena itu, Azis mendorong agar kawasan reforma agraria disinergikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta agenda hilirisasi sektor pertanian.
Menurut dia, program MBG berpotensi menciptakan pasar besar bagi produk pangan lokal. Kebutuhan bahan pangan yang berlangsung secara rutin di berbagai wilayah dinilai dapat menjadi peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
"MBG memenuhi kebutuhan gizi, tetapi pada saat yang sama dapat menciptakan kepastian permintaan bagi produsen pangan. Dua manfaat ini harus disambungkan," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022