
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI, Rouli Rajagukguk, merespons pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus soal bolu ketan.
JawaPos.com - Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus yang meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk diperiksa dalam polemik kasus batu bara, yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menyita perhatian. Deddy turut menyinggung istilah bolu ketan untuk diperiksa dalam kasus tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI, Rouli Rajagukguk, menyebut pernyataan Deddy Yevri merupakan serangan politik murahan. Organisasi pendiri Partai Golkar itu menekankan, narasi yang dilontarkan tersebut sangat tidak kredibel.
"Serangan politik murahan ini tidak kredibel dan hanya menunjukkan keputusasaan politik di tengah degradasi etika internal partai. Publik tidak bodoh dan bisa melihat kepicikan narasi ini," kata Rouli Rajagukguk kepada wartawan, Rabu (15/7).
Rouli juga mengkritik penggunaan istilah "bolu ketan" oleh Deddy. Menurutnya, diksi tersebut tidak mencerminkan komunikasi politik yang sehat dan justru mengarah pada serangan personal.
"Penggunaan diksi seperti 'bolu ketan' oleh seorang pejabat tinggi partai selevel Ketua DPP PDIP adalah tanda degradasi etika kepemimpinan yang sangat memalukan. Ini bukan kritik substantif, melainkan pembunuhan karakter dengan cara merundung (bullying) secara pengecut," cetusnya.
Ia mempertanyakan pola pembinaan kader di tubuh PDIP. Rouli menilai, partai seharusnya mendorong kader menyampaikan kritik berdasarkan data dan argumentasi, bukan asumsi atau ungkapan yang bersifat menyerang.
"Saya mempertanyakan standar kepemimpinan dan komunikasi publik yang diajarkan oleh Megawati Soekarnoputri kepada kadernya? Kegagalan mendidik kader untuk berpolitik dengan basis data dan argumentasi, bukan makian dan asumsi, adalah bukti kemunduran PDIP," tuturnya.
Lebih lanjut, Rouli menilai PDIP tidak memiliki posisi moral yang kuat untuk menyerukan pemeriksaan dugaan korupsi terhadap pihak lain selama persoalan internal partai masih menjadi sorotan publik.
Ia pun turut menyinggung kasus buronan Harun Masiku yang merupakan kader PDIP. Ia mempertanyakan komitmen partai dalam pemberantasan korupsi apabila persoalan tersebut belum juga tuntas.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
