Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik pengurus DPD Golkar Aceh. Sejalan dengan itu, dia memasang target kepada jajarannya untuk menambah perolehan kursi legislatif.
Bahlil menyampaikan, Golkar memiliki dua agenda besar yang harus dihadapi. Pertama mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kedua menambah perolehan kursi legislatif di Pemilu 2029.
Menteri ESDM ini pun menekankan kepada para pengurus yang dilantik agar merangkul semua kekuatan partai, baik level senior, maupun junior tanpa membeda-bedakan latar belakang.
"Saya senang hari ini saya bisa melantik Bang Salim Fakhry menjadi ketua DPD Golkar dan pengurus," kata Bahlil, Minggu (12/7).
Pria asal Banda, Maluku Tengah ini menuturkan, partai Golkar itu dilahirkan dari rakyat dengan berbagai latar belakang. Oleh karena itu, untuk menjaga keberlangsungan partai pun perlu menjunjung prinsip kesetaraan.
"Dari petani, dari nelayan, dari guru, buruh, purnawirawan TNI-Polri, dan karena itu menjadi bagian dari pada kekuatan besar partai yang akan kita coba untuk melakukan kerja sama yang baik," ujarnya.
"Tujuannya cuma satu. Bagaimana bisa kita mewujudkan cita-cita proklamasi tentang kesejahteraan bangsa, tentang pemberian hak-hak yang sama, dan bagaimana kita semua memperjuangkan apa yang menjadi kebaikan untuk rakyat bangsa dan negara," lanjut Bahlil.
Di hadapan 180 pengurus yang dilantik sebagai jajaran DPD I Partai Golkar Aceh, Bahlil juga meminta jajaran untuk memperkuat konsolidasi organisasi untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
"Dalam konteks menaikkan kursi, kami menetapkan bahwa konsolidasi adalah instrumen terpenting untuk menuju penambahan kursi. Musda dan pelantikan merupakan bagian dari konsolidasi," tegasnya.
Konsolidasi ini penting untuk keberhasilan partai politik. Dengan waktu yang semakin dekat, proses konsolidasi perlu segera dilakukan.
"Karena itu, saya meminta kepada pengurus provinsi setelah ini segera melaksanakan musda di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa," tandasnya.
Selain penguatan organisasi, Bahlil juga menyinggung kondisi geopolitik global yang dinilai masih belum stabil akibat ketegangan di Timur Tengah. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan sektor energi sehingga Partai Golkar harus berada di garda terdepan dalam mendukung program pemerintah, termasuk Pemerintah Aceh.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh M. Salim Fakhri mengatakan, saat ini Golkar Aceh memiliki 88 anggota DPRD kabupaten/kota, anggota DPR Aceh, dan tiga anggota DPR RI. Ia optimistis perolehan kursi dari Aceh akan meningkat pada pemilu 2029.
"Kami tidak bermuluk-muluk. Insya Allah akan kami tambah. Nanti akan kami buktikan, apalagi kalau kami bisa bersatu dengan Forkopimda," pungkas Salim.