Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 02.28 WIB

Dorong Polri Usut Tuntas Korupsi Penyebab Blackout, Anggota DPR Rahul: Tidak Boleh Ada Kompromi

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kapoksi Fraksi Partai Gerindra Komisi III DPR RI Muhammad Rahul mendorong kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait peristiwa pemadaman listrik (blackout) diungkap tuntas. Kortas Tipikor Polri perlu bekerja profesional dan transparan dalam pengusutan dugaan permainan pasokan baru bara.
 
Rahul mengatakan, kasus seperti ini sangat merugikan negara. Terlebih berdampak langsung kepada pelayanan publik. 
 
"Kami mendukung penuh langkah Kortas Tipikor Polri dalam mengusut perkara ini hingga tuntas. Proses penegakan hukum harus berjalan secara profesional, independen, transparan, dan berkeadilan sesuai prinsip Presisi," ujar Rahul kepada wartawan, Kamis (9/7).
 
Dia menekankan, semua pelaku yang terlibat dalam kasus ini harus diusut tuntas. Mereka perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya.
 
 
"Apabila terbukti terdapat penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara dan berdampak pada terganggunya pasokan listrik bagi masyarakat, maka seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada kompromi terhadap tindak pidana korupsi," kata Rahul.
 
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, semangat penegakan hukum adalah tidak pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sesuai hukum yang berlaku," imbuhnya.
 

Polri Geledah 12 Lokasi

 
Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan secara maraton di 12 titik pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7). Dimulai dari de’Clan Signature Cafe di Jakarta Selatan (Jaksel), rangkaian upaya paksa tersebut, penyidik kepolisian mengamankan barang bukti dengan nilai lebih dari setengah triliun.
 
Operasi penegakan hukum tersebut berlangsung sejak kemarin siang. Tim Gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri bergerak menuju de’Clan Signature Cafe yang berada di kawasan Cipete. Mereka menggeledah kafe tersebut bersamaan dengan kegiatan serupa di Koin Money Changer.
 
 
Kedua lokasi tersebut berada dalam satu kawasan dan letaknya sangat berdekatan. Dalam hitungan jam, polisi mengamankan sejumlah uang dari kafe dan money changer itu. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai puluhan miliar. Sebagian besar disimpan dalam brankas yang tersembunyi di balik panel-panel kayu dinding ruangan kafe.
 
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyampaikan bahwa dari de’Clan Signature Cafe, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri atas dokumen dan uang. Setelah dijumlahkan, uang tersebut mencapai Rp 60 miliar. Seluruhnya terbagi atas pecahan rupiah, USD, dan SGD.
 
”Untuk uang yang kami sita SGD 3.130.000, kemudian USD 889.965. Kemudian kami konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar,” ucap Totok.
 
Di lokasi yang berdekatan, polisi juga mengamankan barang bukti uang dari Koin Money Changer. Jumlahnya sebanyak Rp 7,2 miliar. Uang sebanyak itu terdiri atas pecahan uang asing dan rupiah. Seluruh barang bukti tersebut lantas dibawa ke Kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore