Massa pelayat berkumpul di Grand Mosalla untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada awal rangkaian upacara pemakaman di Teheran, 4 Juli 2026. / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com - Diplomat senior sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal melontarkan kritik keras terhadap sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi resmi ke pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.
Menurutnya, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai konsistensi politik luar negeri (Polugri) bebas aktif Indonesia, bahkan memunculkan kesan bahwa Jakarta mulai bersikap sungkan atau takut terhadap Amerika Serikat.
Dino menilai absennya delegasi resmi Indonesia menjadi sorotan karena hampir seluruh negara besar di kawasan maupun dunia Islam justru mengirimkan perwakilan tingkat tinggi untuk menghadiri prosesi penghormatan terakhir tersebut.
"Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal," tulis Dino dalam pernyataannya di akun X pribadinya.
Menurut Dino, pemerintah Iran telah berupaya mengundang Indonesia melalui berbagai jalur diplomatik. Namun, undangan tersebut disebut tidak mendapatkan tanggapan, hingga akhirnya Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran.
"Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. Mereka kan juga punya harga diri, tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita. Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran, yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sebagai tamparan," ujarnya.
Dino kemudian membandingkan sikap Indonesia dengan sejumlah negara lain yang tetap mengirimkan delegasi resmi. Ia menyebut Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhstan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh, dan sejumlah negara lain mengutus perwakilan setingkat menteri, bahkan Pakistan mengirim Presiden.
Menurutnya, Indonesia justru menjadi satu-satunya negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia yang tidak mengirimkan delegasi resmi.
"Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yang absen mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia," katanya.
Dino mempertanyakan apakah keputusan tersebut menunjukkan mulai memudarnya prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pondasi diplomasi Indonesia.
"Apakah ini berarti politik luar negeri 'bebas aktif' kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika? Has 'FEAR' become a factor in Indonesian foreign policy?" tulisnya.
Selain kemungkinan adanya pertimbangan politik luar negeri, Dino juga menilai persoalan tersebut bisa mencerminkan lemahnya tata kelola pengambilan keputusan diplomatik di dalam pemerintahan.
"Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang penuh masalah, sebagaimana biasanya surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yang berani mengambil keputusan," ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya masih memiliki opsi mengirimkan Wakil Menteri Luar Negeri yang membidangi urusan dunia Islam, Anis Matta. Namun menurutnya, kesempatan itu tidak dimanfaatkan.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
