Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 02.00 WIB

Dunia Hadapi Ancaman Krisis Iklim, Menhut Raja Juli Suarakan Optimisme di Forum PBB

Menhut Raja Juli saat berbicara di forum PBB, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. (Kemenhut) - Image

Menhut Raja Juli saat berbicara di forum PBB, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. (Kemenhut)

JawaPos.com - Ancaman krisis iklim yang semakin nyata tidak boleh menyurutkan langkah untuk terus berbenah. Optimisme itu disampaikan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, baru-baru ini.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (15/5), Raja Juli menyatakan bahwa dinamika dan kompleksitas geopolitik global tidak boleh menghentikan langkah bersama negara-negara di dunia untuk terus memastikan keberlanjutan hutan di berbagai kawasan.

Raja Juli menekankan agar rimbawan di seluruh dunia tetap teguh dan fokus pada misi utama. Yakni berikhtiar melindungi paru-paru dunia. Dia menyatakan bahwa tantangan lingkungan yang semakin berat memerlukan pendekatan global yang lebih solid dan tidak terfragmentasi.

”Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme. Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang,” kata Raja Juli.

Karena itu, pejabat yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut mengajak komunitas internasional untuk melihat hutan melampaui batas-batas administratif dan politik. Menurut dia, penguatan kerja sama internasional dan kemitraan multipihak adalah satu-satunya jalan untuk memobilisasi dukungan.

Langkah tersebut juga penting untuk investasi yang lebih besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di seluruh dunia. Dalam keterangannya, dia juga berharap agar seluruh negara anggota PBB meneguhkan komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.

”Harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif,” ujarnya.

Dalam keterangan sebelumnya, menyinggung soal pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Dia menegaskan bahwa pembentukan satgas tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus melakukan penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi.

Menurut Raja Juli, Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan taman nasional melalui skema pembiayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Mekanisme yang dikembangkan mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon serta penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore