
Menhut Raja Juli saat berbicara di forum PBB, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. (Kemenhut)
JawaPos.com - Ancaman krisis iklim yang semakin nyata tidak boleh menyurutkan langkah untuk terus berbenah. Optimisme itu disampaikan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, baru-baru ini.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (15/5), Raja Juli menyatakan bahwa dinamika dan kompleksitas geopolitik global tidak boleh menghentikan langkah bersama negara-negara di dunia untuk terus memastikan keberlanjutan hutan di berbagai kawasan.
Raja Juli menekankan agar rimbawan di seluruh dunia tetap teguh dan fokus pada misi utama. Yakni berikhtiar melindungi paru-paru dunia. Dia menyatakan bahwa tantangan lingkungan yang semakin berat memerlukan pendekatan global yang lebih solid dan tidak terfragmentasi.
”Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme. Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang,” kata Raja Juli.
Karena itu, pejabat yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut mengajak komunitas internasional untuk melihat hutan melampaui batas-batas administratif dan politik. Menurut dia, penguatan kerja sama internasional dan kemitraan multipihak adalah satu-satunya jalan untuk memobilisasi dukungan.
Langkah tersebut juga penting untuk investasi yang lebih besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di seluruh dunia. Dalam keterangannya, dia juga berharap agar seluruh negara anggota PBB meneguhkan komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
”Harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif,” ujarnya.
Dalam keterangan sebelumnya, menyinggung soal pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Dia menegaskan bahwa pembentukan satgas tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus melakukan penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi.
Menurut Raja Juli, Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan taman nasional melalui skema pembiayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Mekanisme yang dikembangkan mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon serta penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
