
Ilustrasi mobil pick up asal India yang akan masuk Indonesia untuk keperluan KDMP. (Mahindra Indonesia)
JawaPos.com - Pengadaan 105 ribu unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tengah menyita perhatian publik. Pasalnya, pengadaan ratusan ribu unit mobil itu di tengah kondisi prekonomian nasional yang tengah gencar melakukan efisiensi anggaran.
Diduga, pengadaan 105 ribu unit mobil pikap dari India dengan menarik produsen Mahindra dan Tata Motors menelan anggaran negara sebesar Rp 24,66 triliun. Besarnya anggaran tersebut menyita perhatian publik.
Terlebih, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut informasi soal pengadaan ratusan mobil pikap tersebut sangat tertutup. Berdasarkan keterangan Direktur Utama PT Agrninas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mobil yang diimpor terdiri dari 35.000 unit, dibeli dari Mahindra & Mahindra Ltd, dan 70.000 unit dibeli dari Tata Motors.
Bahkan, PT Agrinas Pangan Nusantara telah membayarkan uang muka sebesar 30 persen dari total perjanjian, yakni sekitar Rp 7,39 trilun. Pada 24 Februari 2026 lalu diketahui sebanyak 1200 unit mobil telah tiba di pelabuhan tanjung priuk.
Karena itu, DPR RI memanggil PT Agrinas Nusantara untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait pengadaan ratusan mobil pikap asal India tersebut, pada Rabu (11/3). Namun, dalam rapat tersebut pihak dari PT Agrinas tidak hadir.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan kehadiran pihak dari PT Agrinas Nusantara sangat dibutuhkan untuk melakukan pendalaman terkait pengadaan kendaraan tersebut. Hal ini penting, agar polemik tersebut tidak melebar ke berbagai isu.
"Sebaiknya, Agrinas menjelaskan terkait pengadaan kenderaan tersebut. Dari kemarin, masih banyak pihak yang ingin melakukan pendalaman. Agar tidak melebar, pendalaman itu harus didasarkan pada keterangan Agrinas," kata Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (13/3).
Legislator Fraksi PAN itu menekankan, isu terkait anggaran pengadaan 105 ribu mobil pikap tersebut akan menjadi perbincangan serius. Hal ini mengingat kondisi perekonomian nasional yang tengah dihadapkan dengan geopolitik dunia.
"Bagaimanapun juga, konflik di Timur Tengah sangat mempengaruhi perekonomian nasional. Bahkan secara langsung atau tidak langsung, presiden sudah mengingatkan agar kita semua mewaspadai dampak gejolak tersebut," tegasnya.
Ia mengamini, pengadaan ratusan ribu mobil pikap tersebut dalam rangka kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putuh. Namun, Saleh mempertanyakan prioritas dari pengadaan mobil tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
