
Mahindra Scorpio 4x4 sedang melakukan pengujian. (Istimewa)
JawaPos.com - Mahindra & Mahindra memberikan klarifikasi terkait laporan media tentang penghentian pesanan 105.000 unit kendaraan dari Tata Motors dan M&M oleh Indonesia akibat penolakan dari para pembuat kebijakan.
Melansir dari The Ecconomic Times, Rabu (4/3), Menteri Koperasi Indonesia, Ferry Juliantono, mengumumkan pada 26 Februari bahwa impor kendaraan—gabungan kendaraan 4x4 dan truk enam roda—akan ditunda hingga digelar pertemuan antara pemerintah dan para legislator.
Dalam klarifikasinya pada hari Selasa kemarin, Mahindra menegaskan kembali bahwa mereka telah memperoleh pesanan ekspor terbesar sebanyak 35.000 unit kendaraan niaga ringan (LCV) yang akan dikirimkan tahun ini. Pesanan tersebut diterima dari Agrinas Pangan Nusantara, sebuah perusahaan milik negara Indonesia untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Mahindra menjelaskan bahwa hingga saat ini belum menerima informasi atau komunikasi lanjutan dari Indonesia terkait penangguhan pesanan kendaraan tersebut. Selain itu, perusahaan juga telah menerima pembayaran di muka untuk pengiriman.
Dalam kemitraan ini, Mahindra dan Agrinas Pangan Nusantara akan bekerja sama menyediakan kendaraan yang tangguh dan handal untuk koperasi guna memastikan kelancaran pendistribusian hasil pertanian langsung dari petani ke pasar.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan logistik pedesaan dan membantu desa-desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mandiri. Pesanan tersebut mencakup 35.000 unit kendaraan pikap Scorpio yang akan berperan penting dalam memperkuat logistik bagi koperasi yang akan didirikan di Indonesia.
Kendaraan Pik Up kami dirancang untuk beroperasi dalam kondisi berat sambil tetap menjaga biaya operasional seminimal mungkin, ujar Nalinikanth Gollagunta, CEO Divisi Otomotif M&M.
Ia menambahkan bahwa jumlah yang telah dijanjikan dalam kemitraan ini akan memberikan dorongan besar bagi operasi internasional perusahaan, bahkan setara dengan total volume ekspor yang dicapai pada tahun fiskal 2025.
Mahindra memproduksi Scorpio Pik Up di pabrik Nashik, dan kendaraan tersebut diakui secara global atas daya tahan, kapasitas muatan, serta biaya operasional yang rendah.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
