Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal/(Instagram @dinopattidjalal).
JawaPos.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyoroti kuatnya peran Amerika Serikat dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza, khususnya dominasi Presiden AS, Donald Trump.
Ia menilai arah kepemimpinan BoP saat ini terlalu dipengaruhi Washington dan belum menunjukkan sensitivitas yang memadai terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.
Menurut Dino dalam catatan yang diunggah di akun X pribadinya menjelaskan, meski roda awal aspek keamanan mulai bergerak, ditandai dengan pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force, fondasi politik dan moral dari proses tersebut masih rapuh.
Tantangan di lapangan, terutama terkait demiliterisasi, disebutnya sangat berat.
Namun yang paling ia soroti adalah nada pidato pihak Amerika dalam forum internasional, termasuk di PBB, yang dinilainya tidak menunjukkan empati terhadap korban jiwa dan penderitaan warga Gaza selama dua tahun terakhir konflik.
“Saya tidak merasakan empati dari pidato-pidato pihak Amerika terhadap korban jiwa dan penderitaan warga Gaza,” ujarnya.
Dino juga menyinggung pernyataan seorang anggota eksekutif BoP yang membicarakan potensi nilai real estate Gaza hingga USD 150 miliar. Menurutnya, pendekatan yang terlalu menonjolkan aspek ekonomi dan bisnis berisiko mengabaikan nurani publik Palestina yang masih diliputi trauma dan kehilangan.
Baginya, rekonstruksi Gaza tidak boleh sekadar dipandang sebagai proyek pembangunan atau peluang investasi, tetapi harus berpijak pada keadilan politik dan kemanusiaan.
Dominasi peran Amerika, lanjut Dino, juga berpotensi memengaruhi arah BoP yang seharusnya menjadi proses yang lebih inklusif dan 'Palestine-led', Ia menilai saat ini proses tersebut masih jauh dari benar-benar dipimpin oleh rakyat Palestina sendiri.
Selain itu, meski negara-negara mayoritas Muslim di BoP disebutnya tampak kompak, Dino mengingatkan bahwa perbedaan visi dan kepentingan antaranggota, termasuk antara Trump dan Perdana Menteri Israel, bisa memicu benturan yang sulit dijembatani.
Ia memperingatkan risiko BoP menjadi stagnan, bahkan ambruk, jika tidak ada kejelasan arah politik dan komitmen yang selaras.
Dalam konteks ini, kritik Dino tak hanya menyasar dominasi Amerika, tetapi juga menjadi pengingat bahwa forum internasional seperti BoP harus sensitif terhadap aspek kemanusiaan dan aspirasi kemerdekaan Palestina, bukan semata stabilitas keamanan atau kalkulasi ekonomi.
BoP, tegasnya, tidak boleh menjadi platform yang meredam aspirasi politik Palestina. Perdamaian tanpa kejelasan status kenegaraan, menurut Dino, akan kehilangan makna bagi rakyat Gaza.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
