
Seorang warga Palestina menangis di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Kelompok pejuang Palestina, Hamas, mendesak Dewan Perdamaian (BoP) untuk mengambil posisi yang jelas mengenai rencana Israel untuk memperluas kendali atas Jalur Gaza. Hal ini dikemukakan untuk mengkritik kebungkaman badan tersebut atas masalah itu.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam yang dia sebut sebagai kebungkaman Dewan Perdamaian dan perwakilan tingginya untuk Gaza, Nickolay Mladenov, mengenai rencana Israel untuk mengendalikan 70 persen Gaza dan melanjutkan upaya untuk menggusur warga Palestina.
Dilansir dari Antara, Sabtu (30/5), Qassem mengatakan rencana tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kerangka kerja gencatan senjata dan kesepahaman mengenai Gaza.
Dia menambahkan bahwa kegagalan untuk mengutuk kebijakan ekspansionis Israel dan rencana penggusuran menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pihak-pihak yang mensponsori untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kewajibannya dan pelanggaran yang terus berlanjut.
Qassem mendesak negara-negara yang diwakili di Dewan Perdamaian untuk mengambil posisi yang jelas dan terbuka mengenai ancaman Israel dan pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata, dan untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk menekan Israel agar menghentikan kebijakannya di Gaza.
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengakui pada Kamis (28/5) bahwa Israel menguasai 60 persen wilayah Gaza dan mengisyaratkan rencana untuk memperluas angka tersebut menjadi 70 persen.
Oktober lalu, tentara Israel mengumumkan bahwa mereka menguasai 53 persen wilayah Gaza setelah melakukan penempatan ulang ke apa yang disebut "garis kuning" di bawah fase pertama rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
Pengaturan tersebut membayangkan penarikan pasukan Israel lebih lanjut di bawah fase-fase selanjutnya dari rencana tersebut.
Pada 17 Februari, kepala pertahanan Israel Katz mengatakan Israel tidak akan bergerak "seperempat milimeter pun" dari garis kuning sebelum Hamas dilucuti senjatanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022