Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat jumpa pers di Jakarta pada Senin (17/6). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memaparkan kronologi lengkap situasi keamanan terkini di Iran yang tengah dilanda gelombang protes besar. Penjelasan itu disampaikan Boroujerdi saat menerima awak media di kediamannya di Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Boroujerdi, perkembangan situasi di Iran sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026 dapat diklasifikasikan ke dalam empat tahap utama, mulai dari aksi protes sipil damai hingga eskalasi kekerasan bersenjata yang disebutnya melibatkan campur tangan asing.
Tahap Pertama: Protes Damai Dipicu Faktor Ekonomi
Tahap awal berlangsung pada 28 hingga 31 Desember 2025. Boroujerdi menyebut aksi yang terjadi pada periode ini berupa unjuk rasa sipil yang relatif damai, dengan tuntutan utama berkaitan dengan persoalan ekonomi.
“Protes ini muncul dari ketidakpuasan sejumlah pelaku pasar dan kelompok profesi terhadap kondisi ekonomi,” kata Boroujerdi.
Ia menyatakan pemerintah Iran merespons dengan membuka dialog langsung bersama perwakilan asosiasi profesi dan pelaku ekonomi. Sejumlah tuntutan, lanjutnya, kemudian dimasukkan ke dalam agenda kebijakan pemerintah.
Hasilnya, gelombang awal unjuk rasa mereda dan bergeser ke fase dialog, serta perundingan yang lebih terstruktur.
Tahap Kedua: Aksi Memburuk, Kerusakan Meluas
Situasi berubah pada periode 1 hingga 7 Januari 2026. Menurut Boroujerdi, aksi protes mulai mengalami eskalasi dengan masuknya unsur-unsur baru yang memicu gangguan ketertiban umum dan perusakan properti.
Meski sebagian besar aksi masih tidak menggunakan senjata, tingkat kekerasan meningkat. Boroujerdi mengklaim aparat keamanan Iran tetap bersikap menahan diri guna mencegah eskalasi yang lebih luas.
“Secara operasional negara masih dalam kendali, tetapi fase ini menandai pergeseran dari protes damai menuju tindakan konfrontatif dan destruktif,” ujarnya.
Tahap Ketiga: Terorisme Bersenjata dan Tuduhan Campur Tangan Asing
Eskalasi paling serius, menurut Boroujerdi, terjadi pada 8 hingga 10 Januari 2026. Ia menyebut aksi protes dibajak oleh kelompok teroris bersenjata yang melakukan serangan brutal terhadap aparat keamanan dan warga sipil secara acak.
Boroujerdi menuding adanya pengarahan dan dukungan dari luar negeri. Ia mengklaim bukti penyadapan komunikasi menunjukkan operasi tersebut dikendalikan dari luar Iran, dengan keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
